Tuesday, September 14, 2010

GMT Vs Makkah Mean Time



Dimuat di harian Kedaulatan Rakyat (KR) oleh: Farichatul Jannah
Tanggal 13 September 2010
Kolom DIOGITAL klik di sini untuk dapat membaca versi online

SEIRING kemajuan zaman dan kecanggihan teknologi, lahirlah jam raksasa di puncak menara Abraj Al Bait Makkah, Arab Saudi. Dengan akal dan tangan manusia itu, sebuah teknologi jam raksasa berdiri di atas tower hotel The Makkah Clock Royal Tower. Jam ini mulai berdenting pada hari Kamis 12 Agustus lalu. Selama tiga bulan, sejak bulan puasa jam raksasa ini mulai diuji coba. Jam raksasa tersebut diharapkan menjadi panduan waktu bagi 1,5 miliar umat Islam di seluruh dunia dengan menjadikannya standar waktu alternatif selain Greenwich Mean Time (GMT) bahkan menggantikan GMT yang sejak 125 tahun lalu menjadi ukuran awal waktu dunia.






Perancangan jam Makkah raksasa ini memang bukan hal yang sepele apalagi rencana untuk menggeser GMT menjadi Makkah Mean Time (MMT). Proyek ini menelan dana sebesar 800 juta dolar AS. Desainnya pun dibuat insyinyur dari Jerman dan Swiss. Begitu juga kompleks tempat menara jam itu berdiri dibangun Saudi Binladen Group. Sungguh sebuah kerja sama dan usaha yang luar biasa. Banyak pihak yang mendukung pendirian jam raksasa Makkah dan juga dukungan penggantian GMT menjadi MMT. Ada beberapa alasan kuat untuk bisa menggeser GMT, yaitu berdasarkan penelitian Abdel Baset Al Sayyed, ilmuwan dari Mesir menyatakan, Makkah adalah zona magnet nol yaitu wilayah yang tanpa kekuatan magnetik. Hal ini dibuktikan dengan kompas yang tidak bergerak sama sekali jika dibawa ke Makkah. Akan tetapi ilmuwan Barat menentang hal ini dan mengatakan kutub utara pada kenyataannya berada di garis bujur yang melewati Kanada, Amerika Serikat, Meksiko dan Antartika.

Oleh karena itu, Arab Saudi perlu menyiapan konsep yang lebih matang dalam rencananya menggeser GMT menjadi MMT. Karena hal ini membutuhkan persetujuan dari berbagai negara. Mimpi para ulama, ilmuwan, pengusaha dan pemerintah Arab Saudi cukup menghentak dunia, karena dinilai menantang konvensi dunia 1884, dimana telah disepakati greenwich sebagai pusat waktu dunia. Meski demikian rencana Arab Saudi ini telah mendapatkan dukungan dari jutaan umat muslim di dunia. Dukungan melalui facebook pun muncul. Para pendukung pun berharap agar mimpi para ulama dan ilmuwan tersebut menjadi kenyataan.

Selain menjadi panduan waktu bagi dunia, jam raksasa yang berdiri di atas tower hotel The Makkah Clock Royal Tower, jam raksasa ini pun menambah kemegahan kota suci Makkah. Para pengunjung kota Makkah atau jutaan jama’ah haji tidak akan terkagum-kagum melihat kebesaran di rumah Allah ini saja akan tetapi juga akan tambah terkagum-kagum melihat jam raksasa Makkah ini yang memiliki ketinggian mencapai 577 meter dan memiliki diameter 40 meter, lebih besar dari jam raksasa di Cevahir Mall Istanbul Turki. Jam yang menghadap ke Masjidil Haram ini juga bisa dilihat dari 17 kilometer.

Keindahannya pun akan senantiasa mengingatkan kita pada kebesaran Allah SWT, karena di setiap sisi jamnya titutup dengan 98 juta mozaik kaca dan juga dihiasai tulisan Allahu Akbar serta berisi ribuan lampu warna.

Empat sisi jamnya dari keramik yang dibuat dengan teknologi tinggi, menambah kekaguman kita betapa besar kuasa Allah melalui tangan-tangan manusia lahir sebuah karya yang amat agung. Tidak hanya itu bulan sabit dengan garis tengah 23 meter dipasang di puncak menara, juga 15 lampu sorot menghadap ke langit dipasang di ujung menara. Siapapun yang berkunjung di tempat ini pemerintah arab Saudi juga telah mendanai kompleks yang sangat luas ini dimana didalamnya sudah terdapat hotel, pusat perbelanjaan dan ruang konferensi. Adapula ruangan khusus di dasar jam raksasa, bagi pengunjung yang ingin melihat kemegahan Makkah dari ketinggian.

Semoga niat untuk mengganti GMT menjadi MMT ini segera terwujud dan akan melahirkan banyak manfaat bagi umat manusia di dunia. Terutama bagi umat muslim di seluruh penjuru dunia. Sehingga jam raksasa Makkah ini tidak hanya menambah kemegahan dan keajaiban di dunia tapi juga bermanfaat dalam menjadi standar waktu dunia.

(Farichatul Jannah)-x

1 comments:

  1. sungguh indah buatan manusia, namun tetap tidak akan menandingi indahnya ciptaan Allah.

    ReplyDelete

Silakan komentar

 

The Journey of Life Template by Ipietoon Cute Blog Design and Bukit Gambang