Wednesday, December 11, 2013

Solusi Atasi Netbook Lemot

Pernah mendengar istilah notebook dan netbook? Apa yang membedakan dari keduanya? Menurut hemat penulis, sangat simple sebenarnya untuk bisa menjawab pertanyaan tersebut di atas. Namun ketika pertanyaan tersebut ditanyakan langsung terkadang orang bingung untuk menjawabnya, meskipun mengerti tetapi susah untuk dijelaskan. Beberapa penjual laptop juga terkadang memberikan jawaban susah dipahami atau justru membingungkan calon pembeli sehingga memunculkan pertanyaan baru. Jadi perbedaan mendasar dari notebook dan netbook adalah jika notebook terdapat CD atau DVD Room atau disebut dengan laptop besar sedangkan netbook kebalikannya tidak terdapat CD atau DVD Room atau disebut dengan laptop mini.
                Jadi fokus utama ada pada bentuk yang lebih mini atau kecil, itulah yang disebut dengan netbook. Netbook memiliki keunggulan yang tidak dimiliki oleh laptop atau notebook, salah satu yang menonjol adalah kapasitas daya baterai yang cenderung lebih awet jika dibandingkan dengan notebook. Rata-rata umur baterai netbook baru mampu bertahan hingga 6 jam pemakaian sedangkan pada notebook rata-rata 3 jam saja. Selain itu, netbook dengan bentuk yang lebih mini memudahkan untuk dibawa kemana-mana dan bobotnya tidak seberat notebook. Sehingga cocok bagi mereka yang memiliki banyak aktifitas atau kesibukan menggunakan netbook.

                Ada kekurangan ada juga kelebihan yang diusung oleh hampir semua netbook. Semua? Ya, semua. Hal ini disebabkan oleh prosesor yang ada pada netbook. Pada netbook umumnya menggunakan prosesor intel atom, sehingga kinerja atau proses lebih lambat jika dibandingkan dengan notebook yang sekarang sudah memasuki generasi core i7 jauh kalah cepat. Itulah masalah utama yang ada pada netbook yaitu lamanya proses loading atau lola atau lemot.
                Maka untuk mengatasi hal tersebut atau mengurangi lemot dari netbook ada cara ampuh yang bisa diterapkan. Pertama, pengaturan pada start up atau saat pertama kali netbook dinyalakan otomatis netbook akan membaca semua sistem yang terdapat  pada menu start up. Apakah proses masuk ke Windows memakan waktu tidak semestinya atau sangat lama. Jika iya maka perlu melakukan pengaturan pada start up. Untuk pengaturannya: Klik menu ‘start’, pilih menu ‘run’ kemudian ketik ‘msconfig’, pilihlah menu ‘start up’ kemudian hilangkan tanda centang pada program yang tidak penting atau hilangkan semua tanda centang dan sisakan satu yang aktif saja yaitu antivirus.
                Kedua, adalah dampak atau efek yang disebabkan oleh virus komputer di netbook yang membuatnya bekerja dua kali lebih lama bahkan lebih dari biasanya. Virus memang menjengkelkan dan menyebalkan. Maka langkah praktis untuk mencegah itu semua seharusnya ketika pertama kali melakukan instalasi Windows langsung atau segera pasang aplikasi antivirus yang ringan seperti Avast atau Norton antivirus. Jangan memasang lebih dari satu antivirus di netbook selain membuat lemot akan menyebabkan crash system di antivirus itu sendiri. Semua antivirus sejatinya bagus dan baik yang terpenting adalah rajin update aplikasi antivirus itu sendiri agar ketika muncul varian virus baru data base antivirus mampu mengenalinya. Selalu scan setiap memasukan media removable seperti flash disk atau memory card.
                Ketiga, upgrade memori atau RAM sampai batas maksimal. Biasanya netbook yang beredar di pasaran dipasang dengan memori 2 GB. Memori atau RAM ini sangat penting fungsinya dalam membuat netbook agar berjalan lebih cepat, karena setiap aplikasi yang dijalankan di netbook akan diteruskan juga ke memori selain di prosesor, maka semakin tinggi kapasitas memori akan semakin cepat sistem berjalan. Idealnya dengan kapasitas 4 GB RAM. Perhatikan juga tipe memori yang digunakan sebelum memutuskan untuk membeli. Pengguna baru mungkin bisa langsung minta dipasangkan langsung ke teknisi di tempat pertama membeli laptop. Karena biasanya terdapat stiker atau hologram garansi, jika yang memasang teknisi toko tempat membeli netbook otomatis akan dipasang kembali stiker garansi tersebut sehingga klaim garansi di kemudian hari bisa dilakukan.
                Keempat, gunakan aplikasi yang dibutuhkan saja atau sesuai dengan spesifikasi netbook jangan sampai memaksakan atau memasang aplikasi berat seperti Corel Draw atau Photoshop. Jika terpaksa harus menggunakan aplikasi tersebut, bisa mengunduh aplikasi tersebut yang bersifat portable di internet.
                Kelima, gunakan aplikasi Disk Clean Up atau CCleaner untuk menghapus file sistem sampah secara otomatis atau biasa disebut dengan temporary file. File sampah tersebut bisa ada ketika netbook digunakan untuk menjalankan aplikasi yang mana akan meninggalkan jejak atau history dan menumuk di sistem atau memori semakin lama masa penggunaan netbook maka akan semakin banyak juga file sampah yang tersisa dan ini pastinya dapat membebani kinerja dari netbook itu sendiri. Tidak mungkin pengguna dapat membersihkan tepat lokasinya, maka dengan aplikasi ini tentu akan sangat membantu sekali.
Terakhir, gunakan tampilan “Adjust for Best Performance”. Ternyata warna, animasi, efek dan lain sebagainya yang ada pada Windows membuat lemot netbook. Maka harus di atur agar tampilannya  “Adjust for Best Performance”. Untuk pengaturannya: Masuk terlebih dahulu ke ‘windows explorer’, klik kanan ‘my computer’ pilih ‘properties’ kemudian pilih ‘advanced system settings’ pilih tab menu ‘advanced’ dan ‘settings’ lalu pilih  “adjust for best performance”. Begitulah kira-kira cara ampuh atau solusi mengatasi netbook lemot.

Farichatul Jannah
(Pemerhati dan Teknisi IT - LPK Komputer JCC Jogja)

2 comments:

  1. trims utk sharingnya mak Icha ^^
    alhamdulillaah netbook saya jarang lemot,, padahal ga pernah diutak-atik *ga ngerti juga ngutak-ngatiknya :p

    ReplyDelete

Silakan komentar

 

The Journey of Life Template by Ipietoon Cute Blog Design and Bukit Gambang