Thursday, March 6, 2014

Segeralah Datang Belahan Jiwaku

Belahan jiwaku...
Bapakku kini sudah tua, awal tahun ini beliau sedang mengalami masa yang begitu sulit,, dua bulan berada dirumah sakit,,, bisakah kau bayangkan betapa menderitanya dia.... 

Dan bapak harus masih merasakan derita beban batinnya karenaku.... Ya, aku anak perempuannya yang terakhir tak kunjung menikah ini menjadi beban batin nya....


Ditengah kesunyian rumah sakit ia selalu berkata lirih padaku
"Nduk gek ndang gage... Ben bapak ki ayem, ben tenang..."
Kau tau? Betapa sesaknya dadaku... 

Dan aku tak tahu harus menjawab apa... Aku selalu menahan tangisku ditenggorokan setiap kali ku dengar kalimat itu, aku menahannya, jika ada kesempatan ke kamar mandi, atau aku haru keluar dari kamar untuk mencari sesuatu, aku kemudian tak bisa lagi menahan sesaknya tangisku di dada.... 

 Apakah aku harus teriak kepada seluruh dunia untuk memanggilmu datang?
Sedang ku tak tau sedang apakah kau sekarang.....
Aku sedang menunggumu.... Apakah kau tau aku sedang menunggumu belahan jiwaku, kuharap engkau segera datang 

Datanglah untuk sekedar melegakan hati bapakku bahwa anak perempuannya ini sudah bertemu dengan belahan jiwanya...

Saat ini aku sungguh merindukanmu....
Rasanya aku ingin bertemu dan meletakkan kepalaku yang penuh dengan beban hidup ini dipundakmu, tidak untuk mengeluh tidak, aku hanya ingin menghela nafas dan menaruh sejenak dan mensyukuri nikmat tuhan yang telah mengujiku dengan segala cobaan ini.....

Kadang aku merasa iri dengan teman-teman perempuan sebaya ku, mereka begitu nyaman dan bahagia hidup berdampingan dengan belahan jiwanya, yang begitu memanjakannya, mengertinya, bersikap hangat, halus dan menentramkam apalagi mereka yang sudah ditemani tangis dan tawa nya anak-anak mereka yang lucu...

Namum juga kadang aku takut sekali ketika mendengar kisah-kisah beberapa teman yang belahan jiwanya kasar kata-katanya, jahat perilakunya bahkan tak pernah mengerti apa yang dibutuhkan pasangannya, sakit dan perihnya..... Aku sangat takut sekali......

Belahan jiwaku......
Apakah engkau takut tak bisa menafkahi aku??? Aku bisa bekerja, aku akan lakukan upaya apapun agar bisa membantumu menumbuhkan keluarga kita....

Apa yang kau takutkan??
Engkau takut aku tak bahagia?? Aku sudah sangat bahagia jika engkau tetap setia hanya padaku, aku cukup bahagia kau bisa membimbingku dengan sabar tanpa kata-kata dan tidakan kasar... Aku sangat bahagia kita bisa bersama menumbuhkan keluarga kita...

Apalagi yang kau takutkan??

Tak ada biaya nikah??
Aku keluarga tak berpunya.. Aku tak akan meminta apapun, halal bagiku itu sudah lebih dari cukup....

Aku begitu gila kah hingga memintamu segera datang.... Aku begitu gilakah seperti ini??

Aku hanya ingin membuat bapakku merasa tenang di masa sulitnya ini... Melihat nya saja ku tak sanggup apalagi merasakan sakit dan beban batinnya,,, sedihku makin menjadi jika bapakku tak lagi mau makan... Sedih,, sedih,,, sedih sekali.....

Aku tetap berusaha tegar di depannya, selalu meyakinkannya bahwa aku baik baik saja dan akan datang belahan jiwaku segera,,,,

Entah bagaimana caranya aku bisa mengetuk pintu hatimu, entah bagaimana caranya agar kau tau bahwa aku menunggumu,, entah bagaimana caranya agar kau yakin padaku dan segera datang.....

Segeralah datang wahai belahan jiwaku....




Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

0 comments:

Post a Comment

Silakan komentar

 

The Journey of Life Template by Ipietoon Cute Blog Design and Bukit Gambang