Sunday, May 18, 2014

Ketika Penyiar Matanya Menangis, Suaranya Harus Tetap Tersenyum

Kala itu baru saja opening siaran radio dan tiba-tiba mendapat telpon kalau Bapakku sakit dan masuk rumah sakit itu rasanya bagai disambar petir. Bapakku yang tak pernah menyentuh lantai rumah sakit, tiba-tiba sakit masuk RS. Bayanganku sudah sangat tak terkendali, meski ragaku di dalam studio namun hati dan pikiranku langsung dipenuhi oleh Bapakku.

Derai air mata pun tak tertahankan lagi olehku. Loh?!! lagi siaran kok nangis trus gimana siarannya?? kedengeran dong isak tangisnya??  hehehe itu dia yang mau ku ceritakan disini.

Jadi penyiar bagaimanapun suasana hatinya, bagaimanapun keadaannya tetap harus "smiling voice" suaranya harus tetap tersenyum. Bagaimana caranya tu?

Biasanya yang aku lakukan jika ketika suasana hati buruk, mata berderai air mata dan harus bicara cicit cuit depan mic adalah...

1. Aku usap semua airmata dengan tissue... (siapkan tissu sekotak yaa hahah)
2. 2 menit sebelum on mic (bicara depan mic) tarik nafas panjang
3. Tersenyum depan mic (meskipun mata sembab)
4. Bicaralahhhhh seceria mungkin, seolah tak terjadi apa-apa
5. Fokus memberikan info yang bermanfaat (supaya gak keceplosan curcol kegalauan)



Hahhaa meskipun nanti pas iklan diputar atau lagu diputar, nangis lagi... #Rapopo... Yang penting sudah profesional. Saatnya tugas- tugas, waktunya menangis menangis... 

11 comments:

  1. semangat selalu jadi penyiar mba
    at least, mukanya tak bisa dilihat org klo mba-nya sedang sedih

    ReplyDelete
  2. duh memang dalam bekerja kita dituntut profesional ya mbak, apalagi d depan umum.. kayak artis juga gt walau hatinya berduka tapi tetep harus menyembunyikan perasaannya.. susah juga ya hehe.. yang sabar ya mbak semoga ayahnya lekas sembuh. oya mbak dapat giliran bikin liebster award dariku lo.. cek my blog ya..

    ReplyDelete
  3. wah harus pinter menjaga suara ya mak..

    ReplyDelete
  4. wah, memang penyiar itu suaranya yg kadang bikin kita terpesona. dulu jaman SMA aku terpesona dg sauar penyiar cowok dan sdh membayangkan pasti ganteng orangnya, eh setelah bertemu jauh dari bayangan semula, jd vuma suaranya saja yg keren!!!!. Enak ya jadi penyiar?

    ReplyDelete
  5. duh, kalau saya kayaknya susah banget kayak gitu :)

    ReplyDelete
  6. @Mbak Ida
    hehehe ya begitulaahhh :((

    @Rizka
    hehe iya juga yah ckckck

    @Agustina Susan
    Iya mbak makasih semangatnyaaa :D

    @Erlina
    ya terpaksa harus bisa mbak alias kefefet

    @Keke Naima
    mungkin asline aku juga gak bisa ya mbk tpi krn terpaksa jd bisa....

    ReplyDelete
  7. I knooow how it feels....aku lumayan lama siaran di Yudhistira FM di Lampung dan kalau lagi ada masalah or beteee....kudu hati2 jaga suara et tone supaya pendengar ngg tau yaaah :D....tapi memang harus pandai2 hehehe..

    ReplyDelete
  8. wahhh penyiar ya mba?asik bangetttt.... :)dlu wkt kuliah sempet pya cita2 pengen jdi penyiar radio,akhir'y jdi penyiar rumah tangga sajjahh :D

    ReplyDelete
  9. Mak, dulu sy pengen banget jadi penyiar.
    Sy itu radio mania sejak SMP..
    Kalau kata Caesar sih keep smileee :))

    ReplyDelete
  10. Penyiar radio ya mak? Duh aku jadi jangen profesi ku dulu. Krn menikah dan hijrah ke jkt aku jd resign. Dunia radio adalah bagian hidup termanis yg pernah aku jalani. Jd kangen studio dan nyapa pendengar.

    ReplyDelete

Silakan komentar

 

The Journey of Life Template by Ipietoon Cute Blog Design and Bukit Gambang