Saturday, October 25, 2014

Perjuangan Membesarkan Anak Istimewa

Judul                : Letters to Aubrey
Penulis             : Grace Melia
Penerbit          : Stiletto Book
Cetakan           : I, Mei 2014
Tebal               : 266 halaman
ISBN                 : 978-602-7572-27-0









Ikhlas, mungkin kata yang sangat sulit dilakukan ketika pertama kali seorang Ibu mengetahui bahwa anak yang dilahirkan terkena Congenital Rubella Syndrome karena terinfeksi virus rubella saat masih berada dalam kandungan. Akibatnya terjadi kebocoran jantung, gangguan pendengaran, keterlambatan kemampuan motorik, encephalitis, TB paru-paru, dan gangguan berat badan.

"Skor di hasil tes BERA Ubii menunjukkan angka 105 dB. Itu artinya Ubii baru bisa mendengar suara yang sangat keras seperti suara pesawat terbang atau mesin pemotong rumput. Bayangan negatif langsung muncul di pikiran Mami. Bagaimana Ubii bisa bertahan nanti? Bagaimana jika Ubii diejek teman-teman Ubii? Apa Ubii harus selamanya hidup di dunia yang sunyi?  Buat apa lagi Mami menyanyikan lagu untuk menidurkan Ubii? Buat apa lagi Mami memanggil nama Ubii? Untuk apa Mami menutup pintu pelan-pelan dan berjalan mengendap-endap ketika Ubii tidur? Ubii tidak bisa mendengar semua itu. Hancur hati Mami. Mami menangis saat itu juga di hadapan dokter dan perawat. Papi hanya diam." (hal. 31)

Namun rasa cintanya yang besar pada sang anak Aubrey atau yang biasa di panggilnya Ubii, membuat rasa penolakan, kecewa, dan juga letih menjadi rasa ikhlas dan optimis serta semangat berjuang untuk masa depan Aubrey yang hebat. Agar Ubii jadi anak yang kuat, optimis, dan bisa survive di tengah kondisinya.

Grace, Ibu muda dari anak berkebutuhan khusus ini lalu menuangkan seluruh apa yang ia rasakan, apa yang terjadi pada Ubii dalam sebuah blog Letters to Aubrey, agar ia bisa merasakan seolah sedang mengobrol dengan Ubii. Semua kisah perjalanan dalam membesarkan putrinya yang istimewa ini kemudian terangkum dalam buku ini yang berisi 93 surat yang dipersembahkan untuk putri tercinta.

Tak hanya itu ia juga menuliskan berbagai pengetahuan tentang TORCH, seluk-beluk penyakit rubella. Pengetahuan yang sangat penting untuk para calon ibu agar melakukan screening toksoplasma, rubella, cytomegalovirus, dan herpes (torch) serta vaksinasi MMR. Para orang tua juga wajib peka terhadap perkembangan anak. Karena ternyata butuh waktu lima bulan untuk mengetahui penyakit Aubrey. Dokter-dokter sebelumnya selalu mengatakan Aubrey baik-baik saja. Untungnya, Grace menyadari bahwa ada yang tidak beres pada tumbuh kembang putrinya. Dia terus mencari tahu hingga akhirnya bisa menemukan dokter yang tepat.  (hal.102).

Kemudian Grace juga membangun Rumah Ramah Rubella, sebuah komunitas yang didirikan sebagai wadah para orang tua dengan anak congenital rubella syndrome agar bisa saling berbagi dan menyemangati. Dalam buku ini kasih sayang dan pendampingan orangtua, menjadi obat yang paling berharga bagi anak berkebutuhan khusus.   

Membaca kisahnya, akan membuat pembaca menangis. Bukan sedih, tapi salut dan haru atas apa yang telah dilakukan Ibunda Aubrey. Membaca buku ini banyak pelajaran hidup yang dapat diambil dan membuat kita membuka mata lebih lebar bahwa semangat dan keikhlasan itu sangat penting. 



 tulisan ini diikutsertakan

Lomba Review #LetterstoAubrey

 


3 comments:

  1. Thank you Mak atas partisipasinya dalam Lomba Review #LetterstoAubrey :)))

    ReplyDelete
  2. salut bangga dan nggak bisa ngomong banyak..pokoknya the bestlah ^^

    ReplyDelete

Silakan komentar

 

The Journey of Life Template by Ipietoon Cute Blog Design and Bukit Gambang