Monday, November 3, 2014

Sejahtera Dengan Air




Kita seringkali mengeluh air pet yang mampet, air pet yang keluarnya tidak jenih kuning bahkan keruh. Yuk Stop mengeluhkan hal itu, mari kita lihat dan belajar dari sebuah daerah yang mencapai kehidupan Sejahtera dengan air yang terus mengalir berkat kepedulian warga sekitar dalam menjaga keseimbangan alam.


Beberapa waktu lalu aku berkesempatan mendampingi seorang mentor mengisi sebuah pelatihan di kota Bumiayu. Nah selesai acara yang cukup padat dan melelahkan seharian full, keesokan harinya kita mendapatkan kesempatan untuk refreshing jalan-jalan ke kawasan wisata perkebunan teh Kaligua. Kami mengendarai roda dua untuk sampai di wisata agro ini melalui jalur utara via Brebes atau Tegal-Bumiayu-Kaligua, sekitar 15 kilometer dari Bumiayu.





Di tengah wisata Kaligua aku memukan sebuah mata air yang sangat menakjubkan. Namanya Tuk Bening atau Telaga Bening. Airnya sungguh jernih, benar-benar bening dan tak ada satupun kotoran. Para warga dan pengunjung yang datang menggunakan air bening tersebut untuk mencuci muka bahkan sampai diminum. Air Tuk bening ini mengalir sepanjang hari dan belum terkontaminasi kotoran, maka tak heran jika air ini sangat layak untuk diminum. Dari segi ilmiah pun, air Tuk Bening masih benar-benar bersih dan belum terkontaminasi apa pun.

Gila!! Wisata ini asri banget, udaranya sejuk sekali. Ini benar-benar refresh karena sejauh mata memandang semua nampak hijau royo-royo. Aku baru tau ternyata Indonesia masih punya daerah sesejuk ini. Selama ini yang ku tau hanya gedung tinggi, kendaraan yang mengeluarkan asap polusi serta kemancetan.

Aku juga sempat ngobrol-ngobrol dengan seorang Juru Kunci Tuk Bening. air Tuk Bening berasal dari sumur dalam tanah. Juru kunci tersebut juga menceritakan bahwa mata air Tuk Bening ini tidak pernah mengalami kekeringan saat kemarau dan tidak pernah meluap saat musim hujan. Wow!! Luar biasa, aku menduga ini adalah bukti keseimbangan alam yang harus dan benar-benar harus di jaga kelestariannya.

Menguak Kesejahteraan Sumber Mata Air Tuk Bening.

Mengapa air Tuk Bening dapat terus mengalir sampai saat ini? Mengapa air Tuk Bening tak pernah kering meski musim kemarau? Dan tak meluap saat musim hujan? Sungguh aku menjadi penasaran dan aku pun memulai sebuah penelusuran pengamatan pada sekitar mata air Tuk Bening untuk menguak Kesejahteraan air ini.

Ø Kebun Teh Asri dan No Penebangan Pohon Liar
 

 
Di dunia ini semua makhluk saling melengkapi, dengan tetap menjaga perkebunan teh Kaligua dan tidak menjadikan wilayah ini untuk pembangunan villa seperti yang terjadi di kawasan perkebunan lainnya, hal ini dapat membantu menjaga keseimbangan alam dan kelestarian sumber sumber air bersih yang terus mengalir dari Tuk Bening. 

Adanya perkebunan ini juga tak terpisahkan dengan adanya Tanaman yang dihutankan. Manfaatnya adalah untuk lingkungan sekitar kaligua dan Tuk Bening yaitu menyerap CO2 dan memproduksi Oksigen disamping hal hal lain sebagai konservasi tanah. Karena ternyata dalam satu hari sebatang pohon mampu menyerap partikel kecil atau gas polutan/CO2 antara 20 - 36 gram per hari. Waaaahhh pantes saja ya udaranya nyaris bebas polusi.

Ø Kebersihan Saluran Air Yang Selalu Terjaga




Hampir aku tak menemukan air keruh atapun limbah bahkan sampah di Tuk Bening. Pantas saja jika Sumber air yang dialirkan oleh tuk Bening terus mengalir karena tanpa tak ada limbah sedikitpun yang bisa menyebabkan berkurangnya ketersediaan air bersih jika dibuang tidak pada tempatnya. Limbah dapat merusak dan mencemari sumber mata air bersih.




Ø Dilarang Memancing Sembarangan




Tak jauh dari Tuk Bening juga terdapat sebuah telaga menakjubkan. Namanya Telaga Ranjeng yang masih terjaga keasriaannya. Di Sekitar telaga ini banyak dikelilingi pohon yang sudah berusia ratusan tahun.

Istimewanya adalah di telaga Ranjeng ini terdapat ribuan ekor ikan lele dan ikan emas yang akan muncul dan mendekat ketika diberi makan. Eits tapi kita dilarang lho mengambil ikan tersebut padahal jumlahnya ribuan, sumpah bikin ngiler saja ya. 

Konon menurut cerita para warga sekitar, jika kita mengambil ikan tersebut maka akan terjadi  bencana atau malapetaka. Dimana bumi dipijak, disitu langit dijunjung mungkin itu pengibaratan yang pas untuk ini, yang artinya dalam kehidupan sehari-hari kita harus menghormati atau mematuhi adat-istiadat dimana tempat kita tinggal.
 
Terlepat dari benar atau tidaknya cerita warga sekitar, aku yakin hal ini di ciptakan nenek moyang dari kawasan Telaga Ranjeng agar Telaga Ranjeng ini tetap bening, jernih. Maka kita dituntut untuk mematuhi aturan yang ada dan tidak merusak alam. Sehingga terjadi keseimbangan antara mikrokosmos dan makrokosmos, dengan terjaganya kondisi alam di sekitar. Kalau ikan-ikan tersebut dapat hidup terus dan terjaga ekosistemnya manusia bisa mendapatkan air bersih.


Permasalahan di bidang air saat ini adalah ketersediaan air yang tetap sementara kebutuhan air semakin meningkat dan kualitas air semakin buruk.


Di kota-kota besar banyak sumber mata air yang sudah hilang, baik disebabkan karena tertimbun tanah, tertutup bangunan bahkan ada pula yang menjadi kawasan pembuangan sampah. 

Nah dari perjalanan yang aku lakukan di atas ada banyak manfaat dan hikmah yang bisa dipetik agar kita sebagai masyarakat sadar an mampu menjaga kelestarian Sumber mata air. Menyaksikan sendiri keseimbangan alam yang sangat harmonis di sekitar sumber mata air Tuk Bening, aku menyimpulkan ada beberapa hal penting yang bisa kita lakukan untuk Menjaga Kelestarian Sumber Air.

Pertama: Untuk menjaga Kelestarian Mata Air, alangkah indahnya jika kita sebagai manusia tidak menebang pohon-pohon yang ada di hutan. Tidak membuang sampah di sumber ataupun aliran sumber mata air dan tidak mengunakan mata air secara berlebihan untuk industri.

Kedua: Untuk Menjaga Kelestarian Danau atau Telaga adalah tidak membuang sampah di sekitar danau, Tidak menebang pohon sembarangan di sekitar danau dan tidak membuang limbah pabrik ke danau.

Yuk kita intip bagaimana kawasan Telaga Ranjeng dan sekitarnya Sejahtera Dengan Air. Aku coba membuatnya menjadi sebuah dokumen video sederhana.



Dengan menjaga keseimbangan alam maka kita bisa menemukan hidup Sejahtera Dengan Air. Seperti Masyarakat di sekitar Tuk Bening ini, tak pernah kekeringan, tak pernah kebanjiran, perkebunan subur dan hidup sejahtera dengan air




Tulisan ini diikutsertakan dalam lomba blog 

 



10 comments:

  1. waduh kenapa musti mepet DL hikshiks... huaaa....

    ReplyDelete
  2. hu um mbk aku jg baru tau :D

    ReplyDelete
  3. DL udh abis tgl 30 kmrin mbak, mbak baru publis 3 november ya, gak telat apa ?

    ReplyDelete
  4. Good luck ya Mak... Sip bgt artikelnya Euy....

    ReplyDelete
  5. @ Fitri
    Makasih goodluck juga.. :D

    @Priangga
    Hemmm ya kalau memang dah telat gapapa...semoga tulisannya bs manfaat.. :D

    @Bukan bocah biasa
    Thanksss... hehehe :D

    ReplyDelete
  6. Senang ya kalau ada tempat yang tergaja kebersihan dan keasriannya. Patut ditiru, tuh :)

    ReplyDelete
  7. berkunjung kemari, salam perkenlan dan salam persahabatan ya bu :)

    ReplyDelete
  8. air..emang penting... apalagi pas punya bayi..aku berasa banget betenya pas air mati huhu..gutlak ^^

    ReplyDelete

Silakan komentar

 

The Journey of Life Template by Ipietoon Cute Blog Design and Bukit Gambang