Sunday, March 8, 2015

Gaji...

Gaji......

Saat masih single (belum bersuami) dan mungkin sampai saat ini, Entah mengapa aku adalah salah satu tipe orang, tipe anak yang tidak ingin menceritakan gaji atau memberitahukan berapa banyak jumlah gaji yang aku terima dari bekerja dalam sebulan.

Yang penting kala itu aku bisa memenuhi kebutuhanku tanpa meminta orang tua. Sebisa mungkin alias wajib menyisihkan uang setiap bulan untuk orang tua. Bisa bersedekah. Bagaimanapun keadaannya makan tahu tempe juga gak masalah yang penting aku tidak menjadi beban bagi siapapun.




Bagiku orang tua itu sudah saatnya istirahat fisik dan pikirannya. Tak perlu ia turut memikirkan nasib kita yang sudah dewasa ini. Aku ingin memperlakukan orang tua 'tau bersih'. Tau tau aku sudah kerja dimana, tau tau aku sudah bisa membiayai hidupku sendiri, tau tau aku membawakan mereka hadiah. Entah dibalik itu bagaimana caraku yang penting halal.

Lantas alasan apa tak mau menceritakan atau memberi tahukan jumlah gaji pada orang atau siapapun yang bertanya?

Alasannya.....

Pertama: Setiap orang berbeda beda.. Ada yang hanya sekedar ingin tau, tapi ada juga yang ingin tau justru untuk merendahkan. Ada yang begitu tau gaji kita berapa lalu membantu kita mencarikan pekerjaan yang lebih baik.

Kedua: Karena gaji itu sifatnya fleksibel makin bulan dia bisa bertambah seiring prestasi.. Ada pula bonus bonus... Dan lain lain

Ketiga: Alasan utama aku adalah... Harga diri. Aku tidak ingin orang merendahkan aku hanya karena nominal gaji.. Padahal kita bisa mendapatkan uang tidak hanya dari pekerjaan pokok. Tapi juga dari pekerjaan pekerjaan sampingan yang mungkin bisa lebih banyak hasilnya...... Contoh nya dari menulis.

Keempat: Aku malas di kepoin... Misalkan katakanlah gaji kita terhitung besar... Suatu saat uang juga tak selamanya ada.. Nah kalau lagi ada sesuatu dan kita tidak bisa membantu pasti omongan omongan jelek terhadap kita bagaikan hujan.

Kelima: misalkan orang lain tau berapa nominal gaji kita katakanlah gaji sebulan 2.500.000. Nah suatu saat kita membeli hape baru dengan harga 3 jutaan. Disini nih aku terkadang malas mendengar orang yang "lambene luweh" trus bicarain kita."gaju cuma 2.500.000 beli hape kaya orang kaya aja bukannya ditabung.. Bukannya buat ini buat itu dll yang lebih penting" bla bla bla... Padahal orang lain yang lambene luweh itu kan gak tau kalau setiap bulan kita nabung buat beli hape, orang lain juga gak tau kan apa fungsi hape yang canggih itu sehingga di bela belain beli.

Ahhhhhh itulah mengapa aku malas sekali menceritakan gaji pada orang lain bahkan orang tua. Meski orang tuaku tak pernah bertanya. Bukan orang tua ku yang aku takutkan kepo atau banyak bicara. Tapi orang orang sekitarnya.



DAN.......
Apa yang aku takutkan itu justru terjadi pada orang lain.


Seorang sepupuku, laki laki yang merantau ke ibu kota dia lulusan SD mendapat pekerjaan hanya sebagai penjaga toko sepeda yang gajinya konon hanya 1.500.000 bekerja dari jam 14.00-22.00 libur hari senin.

Ia masih cukup muda namun sudah menikah dan memiliki satu anak umur 10 bulan. Awal ia datang ke kota sendirian? istri dan anaknya sementara di kampung halaman. Di kota ia menumpang di rumah bibinya. Namun setelah beberapa minggu ia mendapatkan kerja sebagi penjaga toko itu ia ajak anak beserta istri ke kota. Lalu ia keluar dari rumah bibinya dan memilih kontrak di dekat tempat ia bekerja. Sebulan kontrakannya 500 ribu

Itu sudah keputusannya.

Tapi...
Bibi yang rumahnya ia tumpangi itu.. Entah mengapa tak berhenti membicarakannya. Kepada saudara saudaranya dan siapa aja yang ia temui.

"itu dia malah ngontrak, gaji cuma 1.500.000 istri ama anak di bawa... Tu kontrakan aja 500 belum susu anaknya belum belanja makan harian... Mendingan disini makan minum gratis tidur gratis.. Uang gaji mah mending disimpen .. Bini ama anak di kampung dulu kalau uang kumpul kirim ke istri" bla bla bla blaaa

Dan banyak lagi yang selalu dibahas dari seorang laki laki bergaji 1.500.000.

Ya tuhaaaaan....
Rasanya mulut ini ingin ikut bicara membela sepupuku itu agar bibi berhenti membicarakannya...

Dia itu laki laki kepala keluarga, ia yang bertanggung jawab atas istri dan anaknya. Bukankah lebih baik suamu istri dalam keadaan apapun yang penting "nyanding" bersama dan semua akan terasa ringan. Toh aku yakin mereka tak akan mehgandalkan gaji 1.500.000 itu. Dia akan lakukan banyak hal yang menghasilkan untuk keluarganya.

Mengapa kita harus meragukan rizky Allah..?


Meski tak ada yang bertanya berapa gajiku meski tak ada (gak tau juga) yang membicarakanku.. Tapi aku tak akan mau menceritakan nominal gajiku...

Gaji hanya rahasia aku suami dan Allah...

Postingan ini rasanya gak penting banget yaaa? Biar aja deh, tulisan ini adalah bentuk prihatin aku atas pembicaraan yang terus diulang ulang kesana kemarj. Andai saja bisa ku buntu telinga ini .. Aku memilih tak mendengarnya.. Tapi suaranya begitu keras.


6 comments:

  1. Aku ingat perkataan seorang teman yg kini telah tiada,"Ulat di batang kayu lapuk pun bisa hidup." Artinya, selagi kita mau berusahan entah itu apapun bentuk pekerjaannya insyaAllah akan mendapatkan rejeki.. Maka berapapun nominal gaji yg kita terima adalah rahasia Allah utk mencukupinya..

    ReplyDelete
  2. Betul mak. Beruntunglah sekarang daku ga bergaji..maunya sih segera menggaji orang. Aamiin

    ReplyDelete
  3. Iya matematika manusia dengan matematika Allah jauh berbeda..kita ngga usah takut kekurangan...kerja dan berusaha, bismillah...keren sepupumu mak..semoga dimudahkan rejekinya aamiin

    ReplyDelete
  4. betul mak. yang penting gaji udah sesuai sama kebutuhan hidup. kalo membanding2kan gak bakalan selesai.

    kalo aku males ditanya gaji sama orang kantor. kadang orang liatnya subjektif. bagi dia gajinya gede dan keliatannya gak kerja apa2. padahal belum tau dia punya target seperti apa dari atasannya. huhuhu

    ReplyDelete
  5. Saya kalau ditanya orang tua ya saya jawab, meski nominalnya tidak persis. Mungkin budaya di rumah kami seperti itu. Alhamdulillah sih keluarga yang lain ga ada yang tanya. Kalau ada, paling saya jawab cukup buat jajan anak :D

    ReplyDelete
  6. terima kasih atas informasi yang sudah disampaikan salam kenal aja gan

    ReplyDelete

Silakan komentar

 

The Journey of Life Template by Ipietoon Cute Blog Design and Bukit Gambang