Thursday, June 11, 2015

Yuk Beralih ke Kemasan Glass (Kaca)

Makanan dan minuman dengan kemasan beling atau gelas atau kaca memang terasa lebih berat dibawa. Selain itu Saya juga selalu meminimalisir penggunaan perabotan yang berasal dari gelas atau kaca dan lebih menggunakan perabotan plastik untuk anak-anak . Karena khawatir pecah dan melukai.


Namun, setelah menghadiri acara Blogger Gathering: “Pop Up Gallery Glass”  Glass Is Life Indonesia di  Coworkinc Kemang Selasa 09/06 lalu, mindset saya berubah tentang benda-benda dari gelas atau kaca. Kenapa Jadi berubah? Karena ternyata glass itu tidak merubah rasa, kualitas suatu makanan atau minuman, sehat bagi pemakai sehat pula bagi lingkungan.

Pada acara Blogger Gathering: “Pop Up Gallery Glass”  Glass Is Life Indonesia, saya bertemu dengan orang-orang yang sangat inspiratif. 


Ada Pak Welli, dari O-I produsen wadah kaca terkemuka di dunia yang sudah berpengalaman lebih dari 100 tahun memproduksi kemasan kaca murni dan ramah lingkungan. Pak Welli berbagi pengetahuan pada kita tentang proses pembuatan botol kaca. Ternyata kaca bersifat murni karena terbuat dari unsur-unsur alam dan 100 persen bisa di daur ulang yang tentunya hal ini berdampak pada lingkungan. 

Glass(kaca) dibuat menggunakan pasir, batu kapur, soda abu dan kaca daur ulang. Semua bahan itu di masukkan ke dalam tungku untuk dibakar hingga meleleh. Pemanasan ini menggunakan tungku dengan panas sekitar 1.565 derajat Celcius hingga menghasilkan lelehan kaca.


Setelah leleh lalu dikeluarkan dari tungku dan di potong menjadi beberapa leburan untuk di bentuk wadah kaca menggunakan mesin pencetak untuk menjadi berbagai wadah kaca yang indah dan fungsional. Tidak berhenti sampai di situ, wadah yang sudah di cetak tadi akan melewati bilik pemanas lagi hingga secara bertahap mendinginkan agar tekanan berkurang dan kaca semakin kuat. 

Langkah terakhir adalah pemeriksaan dan packaging. Semua wadah kaca dipastikan memenuhi standar kualitas tinggi, yang tidak sesuai maka akan langsung di daur ulang.

So, What Glass Is Life???
Pola pikir masyarakat tentang kaca seperti yang saya pikirkan bahwa kemasan kaca itu berat, mahal dan bahaya membuat keyakinan I-O semakin kuat terhadap kaca. Untuk meyakinkan masyarakat seluruh dunia akan menghargai manfaat kaca yang mampu menjaga kualitas rasa, menjaga kesehatan dan ramah bagi lingkungan, maka I-O membuat sebuah gerakan bernama “Glass Is Life”.

Glass Is Life selalu mengkampanyekan tentang manfaat kaca yaitu dari segi rasa, kesehatan, kelanjutan dan kualitas.

Kaca adalah bahan yang paling netral dan alami, makan jika kita memilih makanan atau minuman dengan kemasan kaca maka ia dapat bertahan tidak berubah dan memberikan rasa seperti aslinya. Dari sisi kesehatan kaca juga aman digunakan berulang-ulang karena murni non reaktif. Kaca juga bisa didaur ulang 100 persen dan tidak terurai menjadi bahan kimia. Itulah sebabnya, banyak chef dunia yang memilih menggunakan kaca/ Glass untuk penyajian, penyimpanan hidangannya.Soal rasa, kacalah juaranya.



Seperti Edwin Pranata dari brand Real Foodnya  bercerita betapa pentinya kemasan kaca bagi produk-produknya yang di pasarkan. Ada pula jonathan dari “Suwe Ora jamu” yang tetap teguh dan pantang menyerah men’dunia’kan produk Jamu sekaligus melestarikan budaya dan tradisi Indonesia dengan menjaga kualitas jamu dalam kemasan botol kaca. Menggunakan kemasan kaca berarti peduli dengan kualitas isinya isinya.


Yang paling menginspirasi adalah Karin Van Lieshout dari Ffrash. Ffrash merupakan produk interior rumah tangga berkelanjutan yang dibuat dari sampah di Indonesia. Produk ini di kembangkan desainer Belanda dan dibuat oleh mantan anak-anak jalanan. Mereka mengajarkan pada orang-orang dewasa yang kurang mampu untuk menangani mesin dan bagaimana memproduksi furniture rumah tangga yang ramah lingkungan dari kaca.

Pada acara ini ada pula yang bertanya tentang anak-anak jalanan yang mereka ajak untuk memproduksi daur ulang ini menjadi furniture. Kebanyakan anak-anak jalanan kan masih di bawah umur? Berarti melanggar undang-undang KPAI dong. Lalu Karin menjelaskan mereka anak-anak jalanan yang di bawah umur justru tidak boleh bekerja mereka hanya boleh bermain.

Mau tau bagaimana hasil karya mantan anak-anak jalanan ini?






Lihatlah begitu banyak manfaat kaca, mulai dari manfaat nya yang mampu menjaga rasa, kualitas dan ramah lingkungan serta pemanfaatan daur ulang produk Ffrash yang telah mampu mengentaskan mantan anak-anak jalanan untuk berkarya. 

Selain bisa menikmati BBQ Party, setelah acara ini kami semua tamu undangan pun mendapatkan goodybag berisi gelas bening yang sangat cantik. Tak hanya itu di akhir acara ini juga ada 2 orang pemenang live tweet yang mendapatkan tiket ke Bali hehhee selamat yaaaa....

Semoga bermanfaat :)

7 comments:

  1. iya menarik sekali tentang kaca ini... membuka mata dengan keindahan secara visual namun juga ternyata sangat bermanfaat utk kesehatan dan lingkungan.. nantikan tulisanku juga yaa^^

    ReplyDelete
  2. acaranya bagus ..dan ada tiket ke Bali..waw...mantab ya...

    ReplyDelete
  3. kalau botol aqua kemasan yang biasa kita beli terbuat dari kaca bagaimana ya.. emang plastik lebih beresiko sih tapi kalau pake kaca takut pecah juga, atau mungkin ada kaca anti pecah.. (OOT)

    ReplyDelete
  4. wahhh, acaranya seru dan bermanfaat ya. memang sih problem kaca krn berat, tapi ternyata mmg plg aman u makanan yaa..

    ReplyDelete
  5. Aku kemaren dapet 'hadiah' dari mini market tempat makanan dari kaca, emang sih berat buat dibawa. Tapi kalo naro makanan di kulkas berasa lebih nyaman aja :)

    ReplyDelete
  6. Iya acara yang sangat bermanfaat …dan aku juga sering memanfaatkan wadah2 yang ada botol2 bekas kaca misalnya ^_^

    ReplyDelete
  7. Kaca memang bagus... tapi ada 2 kelemahan mendasar.. berat dan mudah pecah :D Ada hal-hal lain yang memang lebih baik pakai plastik, tinggal kita bijak milih aja

    ReplyDelete

Silakan komentar

 

The Journey of Life Template by Ipietoon Cute Blog Design and Bukit Gambang