Thursday, November 12, 2015

Curhat Pada Ayah

Di sosial media bertebaran ucapan selamat hari Ayah. Aku jadi makin betapa rindunya dengan Bapakku yang sudah lebih dulu dipanggil Allah. Tak ada yang bisa kulakukan lagi untuk meluapkan rinduku kecuali dengan mendoakannya.


Bicara soal Ayah, kita sebagai anak pasti mencintai mereka kedua orang tua. Tapi ada bagian-bagian tersendiri kita lebih nyaman atau ayah lebih mampu mengatasi kita. 

Pokoknya ada gitu lho ayah tu lebih ngertiin kita. Konon katanya sih anak perempuan lebih dekat dengan Ayahnya dan anak laki laki lebih dekat dengan Ibunya. Tapi menurutku sama saja mereka semua dekat. Tapi ya tetep aja ada yang lebih bener gak? Hehehe



Nah aku jadi teringat kedua keponakanku. Dimana Ayahnya adalah idola mereka. Karena ayahnya lebih bisa membantu mereka mengerjakan PR sekolah, kalau nggambar bagus dan lucu. Ayahnya juga pinter kalau ngajarin mata pelajaran apapun terutama matematika dan bahasa inggris. Bahkan tetangga teman-teman anaknya pengen ikut belajar dirumah mereka. Bukan, ayahnya bukan guru, ayah keponakanku itu (kakak iparku) hanyalah pegawai negeri biasa.

Suatu hari keponakan saya ikut ke rumah saya. Berangkat jam 4 sore. Otomatis dia belum bertemu ayahnya karena masih di kantor. Sesampai dirumah keponakan saya pinjam ponsel katanya pengen nelpon Ayahnya. Lalu saya kasih..... Mendengar pembicaraan mereka.

"Assalamualaikum...."
"Waalaikum salaaam..."
"Papaaaaah aku mau curhaaaaat"
"Iyaaa nih papa dah mau pulang kok"
"aku lagi di rumah tante paa..."
"loh? Ikut tanteee..."
"iyaaa... Papaaaa papaaaaa masa tadi aku gak disuruh maju buat nyanyi lagu sumpah pemuda... Padahal aku udah ngafalin susah susah.... Malah temen aku yang disuruh maju pada enggak hafal.."
"oohh gak papa kamu juga seneng to gak maju"
"tapi aku gemes pa ama temenku masak gak hafal"
"ya kan kakak awalnya juga gak hafal karena rajin jadi hafal"
"eh pa, ternyata benar pemudi pemuda lagunya bukan pemuda pemudi"

Bla bla bla mereka asik bicara soal sekolah.

Setelah telpon keponakanku bilang.
"aaahhh legaaa kalau sudah curhat ama papah" trus aku tanya,
"kakak kalau curhat ama papah terus ya?" 
"aku ama adek kalau curhat soal sekolah sama papah te... Kalau masalah lain kayak temen nakal, ada berbi baru atau selain sekolah ama mamah"

Ooohhh jadi gitu, aku baru tau ternyata saat Ayah mereka pulang dari kantor si dua bidadari kecil itu langsung menyerbu Ayahnya dan bercengkerama ngerumi entah apa. Tenyata curhat tentang sekolahnya. Oohhhh gitu....



Lucu lagi suatu hari keponakanku BBM

Tante kenapa sih mama selalu marah marah gak kaya papa gak pernah marah.

Emang marah kenapa? 

Ya nyuruh kita beresin mainan lah nyuruh kita mandi lah 

Dalam hatiku ngikiiiikkk aja, lalu kubalas

Adek, kakak.... Mama kan setiap hari setiap saat dirumah ngurusin kalian mulai dari bangun tidur sampai mau tidur, mama kadang capek jadi... Adek ama kakak kalau pulang sekolah tasnya ditaruh ditempatnya yaaa? Kalau habis main berbi dirapiin. Kalau libur TPA nya udah sore ya langsung mandi. Dijamin deh kalau adek ama kakak gitu mama gak bakal marah lagi.

Begitulah kedekatan kedua keponakanku sebagai anak anak pada Ayah dan Ibunya tanpa ada komando atau aturan tiba tiba terbentuk begitu saja... Mereka nyaman belajar dan curhat tentang sekolah kepada Ayahnya dan soal teman-temannya dengan Ibunya. (kalau curhat tentang kedua ortunya ama tantenya ini kwkkwkw)

Kalau aku......

Teringaaat masa kecilkuuuu (nyanyi) aku juga punya kebiasaan kebiasaan tersendiri pada Bapak atau Ibuku.

Setiap kali bapakku ganti celana panjang aku langsung lompat dan tanya "mau kemanaaaaaaa?! Ikuutttt" dan Bapak selalu mengajakku. Kalau ada acara di keluarga besar biasanya Ibuku ikut rewang atau bantu bantu membuat kue dan keperluan acara. Biasanya ngobrol ngobrol dengan Bulek (tante) aku. Aku merasa gak nyaman karena tante lebih banyak membicarakan keburukan orang cara bicaranya juga gak enak jadi aku tidak tahan duduk disamping Ibu. 

Aku pun menangisssss dan bilang
"Bapaaaaaaaaaakkkkkk...." lalu ibu mengantarkan aku ke bapak yang sedang ngobrol-ngobrol dengan paman pamanku. Aku lebih nyaman dan bisa bermain disekitar bapakku. Karena mereka tidak membicarakan orang. Kala itu aku berpikir, tanteku aja begitu kalau mgomongin orang, kalau aku main-main di sekitar Ibuku pasti dia akan ngomongin aku juga. Makanya aku memilih nangis dan ikut bapak saja.

Bapakku adalah sahabat bagi anak-anaknya hampir sama, semua permasalahan sekolah anak anaknya termasuk aku juga curhat sama Bapak. Padahal bapakku lulusan SMA aja lho dan bukan pegawai negeri melainkan hanya seorang penjahit baju. Tapi bapakku selalu membaca, baik koran maupun majalah. Bapak juga rajin mengaji dan mengikuti forum-forum diskusi. Jadi wawasannya sangat luas dan mampu menjadi sahabat anak-anaknya yang sekolah bahkan sampai S2. 

Bagi Bapakku sekolah pendidikan adalah no 1. Bagi bapak lebih baik mewariskan ilmu pada anak dari pada harta. Karena dengan ilmu mereka bisa mendapatkan harta yang manfaat dan berkah. Tapi harta bisa jadi tanpa ilmu malah akan melilit hidup anak anaknya.

Maka meskipun seorang penjahit baju di kampung Bapak berjuang menyekolahkan anak anaknya. Banyak orang heran kok bisa anak 7 sekolah jauh semua dan gak nakal.

Karena kunci rahasianya adalah....

Bapak selalu menjadi sahabat bagi kami anak anaknya curhat cerita tentang apa aja, anak dekat dengan Bapak. Sehingga anak tau betapa keras perjuangan bapak mencari uang bahkan sampai hutang demi sekolah anak anaknya.

Dan ketika satu anak sudah lulus dan mampu mandiri makan dia akan mengangkat adiknya demi meringankan beban bapak. Seperti membantu bayar SPP adiknya dan gotong royong soal keluarga.

Begitulah tradisi keluargaku yang saling mengangkat dan membantu. Dekat dengan Bapak dan Ibu, terutama doa ibu yang sangat mustajab bagi kami.

Buatku, kalau ngomongin Bapak gak ada habisnya. Yang jelas seorang Ayah adalah idola bagi anak perempuannya. Bahkan (mungkin) anak perempuan mendambakan suami yang seperti Ayahnya. 

Seperti kedua ponakanku yang mengidolakan Ayahnya yang menurut mereka ayahnya adalah ajaib karena mata pelajaran apapun bisa bantu mereka memahaminya dari pada guru mereka. Dan aku yang sangat mengidolakan Bapakku yang berhati malaikat. 

Hai laki laki kau ingin jadi apa di mata anakmu kelak hehehhe?

Semua ayah... Selamat hari Ayah selalu menginspirasi anak anak.

0 comments:

Post a Comment

Silakan komentar

 

The Journey of Life Template by Ipietoon Cute Blog Design and Bukit Gambang