Sunday, November 29, 2015

Kisah Di Balik Video Blogging Mantan Penyiar Radio

Beberapa waktu lalu disebuah acara sharing blogger ada seorang kawan yang (sebenarnya dia hebat dan tenar sekali di kalangan blogger tapi sangat ramah dan membumi) bercerita kalau dirinya sangat tertarik belajar membuat video. Tanpa aku tau juga, ternyata dia pernah nonton video-video liputan/reportase buatan aku. Salah satu yang pernah ia tonton adalah Video liputan acara di Klinik Gigi ini



***
Video Blogging Adalah Pelampiasanku
Aku itu blogger, tapi suka sekali bikin video. Buat apa repot-repot bikin video? Emang dibayar? Enggak. Aku bukan artis blogger yang dapat endorse atau job banyak kok. Gak, gak ada yang kenal aku juga kok. Ya, suka-suka aja. Membuat video adalah hobiku, kesukaanku dan wadah buat aku yang selama ini berkali-kali melamar jadi presenter, reporter atau apalah itu tapi selalu ditolak. Membuat video adalah pelampiasan, karena gak ada yang nerima aku, yaudah jadi reporter atau presenter di liputan buatan sendiri aja. Tanpa syarat dan ketentuan hahhaha bebas!

Aku cukup sadar TV TV itu sangat mengedepankan penampilan. Sedangkan aku (dimata mereka mungkin eh pasti ding) enggak camera face. Meskipun aslinya nih (pembelan) kalau didandanin, Nikita Willy maaahhhh lewaaaaaat. Untuk bisa tampil menjadi camera face, juga (gak bisa dipungkiri) butuh dana tak hanya sekali tapi berkelanjutan. Pada titik ini pahamkan? kalau gak paham silahkan merenung hehhehe.

Intinya aku sadarilah apa kekuranganku. Lantas apakah ini siksaan buatku? Hobinya narsis pengen jadi reporter, presenter dan lain lain tapi syarat utamanya camera face dan syarat lain berupa keberuntungan tidak berpihak kepadaku.

Kok ada syarat keberuntungan? Hehehehe itu karanganku ajjah. Lha iyaaaa di TV TV itu kadang camera face bukanlah suatu syarat mutlak, lihatlah contohnya Mas Tukul. Dia keberuntungannya besar. Karena keluguan dan ke katrokannya lucu justru itu yang menjual.

So, ditolak oleh berbagai stasiun televisi, tidak camera face, dan belum beruntung, TIDAK membuat aku lantas berhenti berkarya dan meninggalkan dunia kecintaanku di dunia media. Baik di dunia broadcasting maupun jurnalistik.

Aku tetap menulis sesuai gayaku dengan menjadi bagian dari komunitas blogger-blogger keren seperti Kumpulan Emak-Emak Blogger dan Blogger Reporter Indonesia. Di BRID dan KEB aku menemukan tempat yang sangat terbuka 'bebas' dan banyak belajar banyak hal. Aku bisa mendapatkan kesempatan liputan-liputan berbagai acara. Bertemu orang-orang hebat dan luar biasa pokoknya.

Bahkan aku juga pernah mendapatkan kesempatan untuk turut hadir dan meliput acara launching tablet dari sebuah brand terkenal dari Indonesia. Disinilah aku 'kumat' serta ungkrap hahaha Video yang ini viewernya sudah lebih dari 5ribu lebih loh! #jangan-jangan yang pada habis nonton video ini nyesel ngeliat mukaku kwkwk



Balik lagi ke lap top!

***
Teman blogger yang tertarik belajar membuat video itu tadi ya punya kamera DSLR, dan kadang iseng-iseng bikin video. Dia ambil video sana-sini, sampe rumah di edit menggunakan software editing video. Tapi dia ingin bisa membuat video seperti milik aku yang 'kata' dia sudah profesional banget dan kayak di tipi-tipi. Suara narasinya juga empuk #uhuk! Langsung keselek.

Video Blogging Butuh Proses, Komitmen dan C-I-N-T-A
Terus aku juga cerita ama dia....
Semua itu butuh proses, komitmen dan cinta. Loh? Okelah proses iya... Komitmen? Cinta? Emang mau nikah... musti kudu itu semua? Ya, karena membuat video bisa jadi semangat membara saat take videonya, sudah mbayangin mau dibikin dengan gaya ini itu. Eh sampai di rumah malah jadi males karena harus ngerender video dari kamera digital  ke laptop harus ngedit ini itu, lelah itu. Maka komitmen disini dibutuhkan untuk kuat dan rajin dalam menuntaskan pembuatan sebuah video.

Trus cinta buat apa? Yaelah.... di dunia ini tanpa cinta kau akan melakukan banyak hal dengan berat, berrraaaaaatttttttt sekali. Kecintaan dalam dunia blogging, kecintaan dalam berkreasi video, dan membuat semua itu tanpa bayaran. Oooohhh tanpa CINTA kau tak akan kuasa menuntaskannya. Karena C-I-N-T-A semua menjadi ringan hehehehehe.

Aku juga bercerita....
Dalam proses pembuatan video juga aku bertahap gak ujug-ujug bisa. Aku bisa kaya gini karena dulu aku mahasiswa komunikasi. Meski di kampus prakteknya dikit tapi aku pengen banyak bisa, aku pun ngintil dosen aku yang kebetulan dia juga kepala biro Indosiar bagian Yogyakarta.

Dia juga gak keberatan di intilin aku yang segede alaihim ini kkwkwkw baik banget kan? Kalau ngintil ngapain? Ya aku lihat dia cara ngambil video angelnya dari mana aja. Cara mewawancarai orang sampai pulang ke rumahnya (aku juga sering kerumahnya lho) dan ngerender video ke komputer. Biasanya dia gak mau terlalu lama di kantor. Dia edit sendiri bikin naskah sendiri lalu di setorkan cepat ke kantor.

Nah supaya gak lihat doank, sesekali dosenku itu meminjami aku kamera digitalnya menyuruhku liputan. Ambil video sesukamu bikin naskah narasi sendiri edit sendiri nanti hasilnya kasih tau, kata beliau gitu.

Saat ikut liputan beliau, berlagaklah aku bak seorang reporter beneran. Sibuk ambil video sana sini pegang kamera tripod dan ikut wawancara sana sini. Sesampai di kos bikinlah aku sebuah teks narasi rekaman sendiri ngedit video sendiri semuanya sendiri.

Setelah jadi, aku setorkanlah ke beliau. Ternyataaaa booooo video aku berantakan. Trus aku dikasih tau....

Tips Bikin Video Liputan
Kalau nampilin video jangan menampilkan rollcam yang terlalu lama, orang akan bosan lihatnya. Mainkan zooom in, zoom out. Tampilkan video tampilan zoom. Cara menata video juga harus diperhatikan. Habis video tampilan kanan ke kiri jangan digandeng dengan video tampilan kiri ke kanan. Lha ya tabrakan. Paling aman intinya mainkan tehnik CUT TO CUT. Tujuannya yang nonton biar betah, gak bosen dan juga gak pusing. Well itulah yang aku amalkan sampai saat ini.

Sampai pada akhirnya aku mendapatkan job-job membuat video compani profile dari berbagai instansi. Dosenku tadi mengumpulkan beberapa mahasiswa yang berbakat dan serius (termasuk aku tapi mungkin milih aku mergo mesakno hahhaa) untuk mengerjakan hal ini. Upahnya ya buat kita.

Aku juga pernah diajak mengisi pelatihan (padahal aku masih mahasiswa booo..) pelatihan broadcasting radio di sekolah SMA dan SMP di sini, sini dan sini . Beliau tak pernah memandang kami mahasiswanya melainkan teman yang selalu asyik diajak sharing dan jalan-jalan.

Dari situ aku punya sedikit modal pengalaman dan ilmu untuk berkarya. 

Satu kelebihanku (PD amat ya xixix) aku pernah siaran di Radio ya waktu mahasiswa, sampe lulus 2 tahunan aku siaran di Radio Rakosa FM Yogyakarta. Aku punya bekal bagaimana berbicara, bagaimana berintonasi, memilih backsound yang sesuai suasana serta editing audio musik menggunakan software sejenis adobe audition alakadarnya.

Aku juga ceritakan pada teman blogger ku itu...

Dulu awal-awal bikin video mah allllaayyyyy banget, meskipun sekarang masih rada alay sih tapi lumayan ada peningkatan. Dulu kalau bikin video kalau milih transisi pasti yang zuing zuing terbuka bentuk bintang, ada transisi kaya garis-garis pembuka dan macam-macam transisi ala windows movie maker gitu.

Dan teman blogger tadi ketawa ngakak menyadari hal itu. "bener! Beneerr benerrrr!". Ya, memang itu kadang bisa jadi satu proses serta kenangan yang harus kita lewati. Ngomong depan kamera take berkali kali salah sampai batre kamera habis #lebay kalo ini# hahahha. Aku sudah melewati masa masa itu. Aku bilang pada teman blogger tadi nikmati saja lewati setiap prosesnya.

Tapi lama kelamaan mengenal sofware editing lainnya ke-alay-an berangsur hilang dan lebih elegan (oya?! Kayanya sih hehhe)

Senjata Video Blogging
Dulu semasa mahasiswa aku membuat video pake kamera digital hasil dari pinjam dan yang paling sering pake kamera dosenku itu. Tapi sekarang sejak aku menikah dengan suamiku yang juga (dulu) temanku, aku ngerekam videonya cuma pake produknya Apple yaitu Iphone 5 32GB. Editing, rekaman narasi pake Imovie yang ada di Iphone 5, semua aku lakukan dengan hanya satu smartphone. Aku gak lagi pake kamera digital dan komputer buat editing.


E e e eeee.... etapi ini bukan iphone aku. Ini iphone suamiku. Untungnya dia sehobi dan sejalur denganku. Dia suka dunia digital tekno aku suka broadcast. Suamiku juga Blogger. Kita saling melengkapi. Jadi kalau lagi ada liputan pas akhir pekan atau pas dia bisa ikutan, suami yang ambil-ambil gambar dan video. Nyampe rumah aku yang ngedit, bikin naskah dan ngisi narasi. Setelah selesai, proses finishing dan merapikan dilakukan oleh suamiku, sampai rendering dan mengupload ke youtube.

Harapanku saat ini *uh malu* berharap ada rejeki berupa Iphone 6 atau apapun yang bisa menebus dia. Hahahaha #modus. Tapi dengan iphone 5 milik suami saja aku berusaha semaksimal mungkin memaksimalkan yang kita miliki.

Video Menghasikan Uang
Oya, satu lagi.... Itulah kalau kita sudah CINTAH seneng ikhlas tulus uang mah bakal ngikut #ups. Ini bonus dari Allah saja. Kalau suka membuat video lagi jalan-jalan atau ke tempat unik atau ada kejadian menarik, rekam saja! dan jadilan Citizen Journalism. Kabarkan berita itu.

Aku dan suami waktu jalan-jalan katro liat es krim turki, nggak beli padahal. Mahal sih harganya Rp.30.000 kwkkwkw. Karena unik dan seru kita rekam aja. Mau tidur aku kasih narasi habis itu suami yang ngerender, upload deh ke NET 10. Tau gak berapa honornya kalau kirim video ke NET 10??? Satu juta rupiah. Alhamdulilaaaaaaaaaaaaahhhhh berkah Video.



Begitulah kisah dibalik video-video blogging aku. Aku seorang mantan penyiar radio.


24 comments:

  1. aku sampe baca tuntas tas dan penasaran. kapan ketemu, dirimu ajarin hal yang sederhana ya buat video untuk pemula ya.

    ReplyDelete
  2. @mb Astin
    Ayo mbk kapan ketemu kita belajar bareng yakkkk :D

    ReplyDelete
  3. @mb Suciana
    Amiinnnn amiiin makasih atas doanyaaaa hehehe

    ReplyDelete
  4. Aih, emang keren kok mba...Sudah kayak yg muncul di berita-berita liputannya hehehe...

    ReplyDelete
  5. Hallo, mba. Makasih sudah berbagi. Unik ya esk krim khas Turkinya :)

    ReplyDelete
  6. @Handdri
    Wah yg lebih bagus banyak mb hehehe makasih yaaaak :D

    @"Rach
    Iyah hehehe kapan gt aku pernah sekali beli enak juga gak meleleh dan baunya kaya permen karet enak

    ReplyDelete
  7. huwaaa,,, keren,, mantap..amin,, dapat iphone 6 :)

    ReplyDelete
  8. Ajiiiiib! Asik banget mbak.
    Sy jd mau belajar bikin video.
    Makasih y inspirasinya

    ReplyDelete
  9. Waaahhh pantesss kog pernah lihat video citizen jurnalis macam inj di NET. Keren mak

    ReplyDelete
  10. wah bisaan ya, baisanya orang seperti itu senang ngulik jadi cepat bisa

    ReplyDelete
  11. Baguuus hasil videonya. Ajariiin ya kalau ketemu...

    ReplyDelete
  12. kereeeeeeen banget mba!!! pake smatphone biasa bisa ga yaaa?

    ReplyDelete
  13. Baguss bangett voice overnyaa
    Kereennn ^^

    ReplyDelete
  14. Whoaaaaa...kereeeen banget videonya mbaaak!
    Itu aku juga hadir di acara advan lhooo, sayang banget gak sempet ngobrol yah hehehe...

    Sebenernya aku juga pengeeeen banget belajar bikin video trus ngebahas tentang berbagai adegan di drama korea cuma buat lucu-lucuan aja siiih...tapi ya gitu deeeeh hehehe...
    Ajariiiin!!

    ReplyDelete
  15. Ichaaaa keren ih videonya. Aku juga waktu itu dateng. Eh lupa, kita sempet ngobrol ga, ya? Aku juga pengen bisa bikin video kece kayak gini.

    ReplyDelete
  16. Wah, keren bangeeet.. Pengen diajarin juga :)

    ReplyDelete
  17. Keren mba videonya,, pke tab bs ga ya mba :)

    ReplyDelete
  18. oww...penyiar di rakosa rupanya ya mbak.

    ReplyDelete
  19. Benar, Mbak. Tanpa cinta, apa pun yang kita lakukan terasa berat. Teruslah berkarya dan menginspirasi orabg lain!

    ReplyDelete
  20. wihh ternyata mbak mantan penyiar radio.

    Saya sebenarnya pengen belajar meliput. Tapi sy mau tuangkan dalam bentuk tulisan saja. Tapi belum kesampaian samapi sekrang

    ReplyDelete
  21. Keren banget, Mbak. Terasa banget melakukan sesuatunya dengan cinta. Salam dari saya yang masih awam di dunia blog.

    ReplyDelete

Silakan komentar

 

The Journey of Life Template by Ipietoon Cute Blog Design and Bukit Gambang