Wednesday, June 29, 2016

PKBI Ingatkan Keluarga Harus Jadi Tempat Paling Nyaman Sedunia



Harta yang paling berharga adalah keluarga
Istana yang paling indah adalah keluarga
Puisi yang paling bermakna adalah keluarga
Mutiara tiada tara adalah keluarga

Sudah lama aku tak mendengar lagu itu. Ya lagunya Keluarga Cemara, keluarga kecil yang sangat kompak dengan segala keserdehanaannya. Aku mendengar lagi lagu keluarga cemara itu di dendangkan saat acara Talkshow Arti Keluara yang diadakan oleh PKBI di Wisma PKBI 25 Juni lalu dalam rangka menyabut Hari Keluarga Nasional yang tiba hari ini 29 Jun 2016.

PKBI adalah perkumpulan keluarga berencana Indonesia (PKBI) sebuah organisasi yang mempelopori gerakan keluarga berencana yang terus memperjuangkan hak warga negara untuk terpenuhi kesehatan secara menyeluruh termasuk kesehatan seksual dan reproduksi.


Dalam sambutan acara ini Pengurus Nasional PKBI Hendartini Habsah bercerita dan telah mmbuktikan bahwa KB itu bisa dan membawa manfaat baik bagi seluruh anggota keluarganya.  Beliau memiliki dua anak. Dan masing-masing anaknya memiliki dua anak. Maka dengan begitu sang wanita bisa memiliki waktu produktif berkarya, anak juga cukup kasih sayang, kedekatan dengan keluarga harmonis dan kesehatan mereka terjaga.

Tantangan Keluarga
KB tak hanya sekedar memiliki arti keluarga dengan dua anak saja cukup. Akan tetapi lebih kepada konsep keluarga yang bertanggungjawab. Artinya dalam sebuah perkawinan dibutuhka kedewasaan dan tanggungjawab, maka siapa saja yang hendak menikah harus siap secara lahir dan batin serta bertanggungjawab akan apa saja yang akan terjadi kedepannya.

Namun faktanya, masih banyak praktek perkawinan anak atau perkawinan dini yang itu di dorong oleh keluarga sendiri. Harusnya keluarga menjadi pengayom dan pelindung anak bukan malah memaksanya menikah di usia yang belum siap baik secara lahir batin dan kesehatannya.

Di daerah-daerah masih banyak orang tua mengajukan perkawinan anaknya yang masih dibawah umur dengan berbagai alasan mulai dari ekonomi dan lain sebagainya.

Tak hanya perkawinan anak kasus kekerasan dalam rumah tangga juga menjadi kasus yang terus bermunculan. Baik kekerasan secara verbal, psikis, seksual masih terus bermunculan.

So Apa Yang Harus Kita Lakukan Pada Keluarga

Maka pada acara hari itu digelar diskusi dengan tema “Arti Keluarga Bagi Kita” dengan narasumber Ketua Badan Pengawas PKBI Prof. Dr. Prijono Tjiptoherijanto, Wakil Ketua Komnas Perempuan Budi Wahyuni, Merlyn Sopjan dari PKBI,  wakil Forum Keluarga ABH Puji Astuti dan Sujana Royat dari Program Peduli.

Dengan berbagai tantangan keluarga yang sangat banyak dan mengerikan ini, semua harus diperbaiki dan di mulai dari keluarga itu sendiri. Peran keluarga akan sangat berpengaruh dengan perkembangan bangsa, sebab permasalahan bangsa berawal dari permasalahan yang dihadapi oleh keluarga dalam suatu komunitas masyarakat.

Keluarga harus menjadi tempat paling aman nyaman sebelum orang lain. Keluarga harus mampu menerima anggota keluarganya apa adanya dengan segala kelebihan dan kekurangannya. Kalau bukan keluarga yang menerima siapa lagi?

Kerukunan keharmonisan rumah tangga harus dimulai dari diri sendiri keluarga ini. Dengan begitu akan tercipta keturunan yang juga harmonis.

Namun faktanya di luar masih banyak akibat keluarga yang tak peduli. Dari banyaknya kasus kekerasan serta praktek perkawinan anak. Belum lagi masalah stigma dan diskriminasi terhadap orang denga HIV dan AIDS serta kelompok termarginalkan, anak yang bermasalah dengan hukum, kehamilan tidak diinginkan dan semua semua itu memerlukan peran optimal keluarga untuk mengatasinya.


Peran serta segenap elemen masyarakat  PKBI sangat penting dalam memonitoring pelaksanaan komitmen mewjudkan keluarga yang sehat. PKBI telah meraih banyak pencapaian sejak tahun 2012 PKBI dantaranya telah menyelamatkan 18 perempuan per hari yang mengalami kehamilan tidak diinginkan dari praktik aborsi tidak aman, dan memberikan pelayanan kontrasepsi bagi 25 ribu pengguna baru di tahun 2014.


Kader PKBI juga mendorong masyarakat sipil untuk sama-sama mengimbau kepada pemerintah untuk melakukan 4 pilar penting dalam rangka implementasi FP2020.

Jadi dalam London  Summit on Family Planning 2012 menghasilkan komitmen Family Planning 2020, atau disingkat FP2020 yang memperjuangkan agar semua perempuan mendapatkan akses kontrasepsi di tahun 2020 dan memastikan setiap individu  mendapatkan akses layanan kesehatan reproduksi secara gratis di tahun 2030. 

Pertama: Pemerintah Indonesia telah menjanjikan anggaran khusus kleuarga berencana sebesar 3,5 Triliun pada FP2020. Saat ini meskipun anggaran kesehatan telah dinaikkan, namun anggaran gizi, kesehatan ibu dan anak masih minim, dikisaran 2,2%, dan anggaran untuk KB masih lebih kecil lagi.

Kedua: Mengamandemen UU Kependudukan no. 52 Tahun 2009 yang mendiskriminasi pelayanan keluarga berencana berdasarkan status perkawinan. Pemerintah perlu membuat regulasi khusus untuk pelayanan gizi, kesehatan ibu dan anak, serta keluarga berencana yang komprehensif tanpa diskriminasi.

Ketiga: Membentuk mekanisme dan melibatkan generasi muda dalam mengambil keputusan di pemerintahan terutama program program yang menyasar generasi muda.

Keempat: Pemerintah dan DPR segera mengesahkan RUU kebidanan tentang pelayanan KB, sehubungan dengan 76,7% pelayanan KB diberikan oleh Bidan.

Pemutaran Film Women  and Impact. 


Dalam acara ini juga ada sesi pemutaran film. Film berjudul Women and Impact Film karya Kennedy Jennifer Dhillon ini mengangkat cerita tentang peranan wanita dalam keluarga dan kesetaraan gender, yang selama ini menjadi isu penting ditengah masyarakat.

Para perempuan-perempuan hebat ini bercerita tentang kisahnya bertahaan dan berjuang dan bangkit. Banyak sekali pesan-pesan penting mengeai peranan wanita dalam keluarga.

Pada akhir film ditampilkan wawancara masing masing profil wanita mengenai cara pandang mereka tentang keluarga, karir, dan kesetaraan gender.

2 comments:

  1. Hikkk ... padahal aku pengen banget datang ke acara ini.

    ReplyDelete
  2. Waaaaah keren acaranyaaa. Makasi sharingnya ya Maaaak

    ReplyDelete

Silakan komentar

 

The Journey of Life Template by Ipietoon Cute Blog Design and Bukit Gambang