Thursday, May 10, 2018

Gerakan Ayo Menulis Bersama SiDU


Mendengar kalimat 'Gerakan Ayo Menulis' dan berbagai manfaatnya, ingatanku kemudian melayang pada masa-masa kecilku. Yups aku sendiri merasakan berbagai manfaat dari menulis. 

Dari menuliskan pelajaran sehari-hari ke buku tulis, membuat rangkuman di buku tulis, ternyata justru dari situlah pada saat ujian aku bisa mengingat jawaban apa yang harus aku tulis. 

Karena dalam proses menulis rasanya aku seperti mengukir catatan dalam otakku yang akan bisa aku buka kapan saja saat aku butuhkan.  

Itulah mengapa aku baru ingat, saat anak-anak jaman sekarang susah sekali mengerjakan soal ujian. Mereka kurang menulis, tak ada kegiatan merangkum pelajaran dan bahkan membaca saja malas. Maaf ya adik adik hehehe

Berbeda dengan anak-anak yang membiasakan diri menulis di kertas, membuat salinan, membuat rangkuman pelajaran, dia akan bisa memahami pelajaran dan memahami secara sistematis. Bahkan mereka yang gemar menulis bahkan pandai bicara dengan baik. Karena dalam otaknya sudah terbiasa menyusun kata-kata.

FAKTA membuktikan dari hasil survei tiga tahunan dari Programme for International Student Assessment (PISA) 2015 yang dikeluarkan oleh Organization for Economic Cooperation and Development (OECD) menunjukkan Indonesia masih berada di urutan 60 dari 72 negara. Kompetensi anak Indonesia masih berada di belakang negara lain.


SiDU Luncurkan Gerakan Ayo Menulis
Nah, oleh karena itu Asia Pulp & Paper (APP) Sinar Mas melalui brand buku tulis Sidu (Sinar Dunia) mempopulerkan gerakan Ayo Menulis Bersama Sidu! Gerakan ini dilatarbelakangi oleh pentingnya peningkatan kompetensi anak.


Mengingat banyaknya manfaat dari menulis di buku. Seperti mendukung anak untuk menguasai huruf dan fonemik, memperkaya kosa kata, dan meningkatkan kemampuan anak menangkap pelajaran. Menulis, khususnya di buku tulis, memiliki banyak manfaat karena mengasah berbagai ketrampilan seperti berpikir kritis, daya ingat, dan motorik.

Nah, dalam acara talkshow ini banyak sekali kisah dan cerita dari para narasumber yang membuat aku membuka mata serta melelehkan hati huhuh bapek bangets.

Seperti apa yang diceritakan Praktisi Mindful Parenting, Melly Kiong, beliau berbagi kiat-kiat praktis pada orang tua dan guru. Menurut Bu Melly, menulis merupakan cara komunikasi yang sangat baik antara anak dan orang tua. Melalui tulisan-tulisan sederhana anak, orang tua dapat melihat talenta terpendam anak, atau bahkan masalah yang sedang ia hadapi di sekolah.  

Bu Melly bercerita, Dulu dia dan suaminya adalah pekerja yang berangkat pagi pulang sore. Tapi meski bekerja Bu Melly dan suami tak ingin perhatian dan kasih sayangnya berkurang untuk anak-anaknya. 

Akhirnya Bu Melly setiap pagi membuat komunikasi sama anaknya. Setiap pulang kerja ngobrol sama anaknya, dan anaknya menceritakan hal-hal kecil yang bisa dipamerkan pada IBunya. Lalu Bu Melly menuliskan prestasi anaknya mulai dari hal-hal kecil seperi sudah bisa pipis di toilet, prestasinya di tulis di kertas dan Bu melly tempel di kulkas. 

Besok ada lagi perkembangan anaknya, lalu anaknya sendiri yang meminta bu melly menuliskannya dan menempelkan di Kulkas. Meski belum bisa menulis saat kecil anak bu melly sudah sangat tertarik dengan menulis note.

Saat sudah agak besar anaknya, bu melly juga memberikan pesan-pesan di bekal makan anaknya. Sampai ada pula teka teki di akhir  bekal makanan. Sehingga momen makan menjadi momen yang ditunggu-tunggu.

Dari menulis di kertas betapa meski ibu bekerja BU Melly tak sedikitpun mengurangi perhatian dan kasih sayang pada anaknya, bahkan malah lebih erat. 

Ada juga Penulis Cilik dari Komunitas Kecil-Kecil Punya Karya (KKPK) Fayanna Ailisha yang diusianya kini 13 tahun ia sudah menerbitkan 42 karya buku. Dan Fayanna juga menuturkan ia bisa menulis juga berawal dari hobinya membaca dan kemudian ingin bercerita yang ia tuliskan di buku kertas.

Dari menulis di kertas ia mengaku bisa lebih berfikir secara sistematis, begitu pula manfaatnya dirasakannya saat ia harus berbicara didepan umum. Fayanna juga berbagi tips membagi waktu antara menulis dan sekolah. 

Melalui talkshow gerakan ayo menulis ini para narasumber menunjukkan bahwa banyak sekali manfaat menulis dan pentingnya dukungan keluarga.  




Cara Ikut Gerakan Menulis
Gerakan Ayo Menulis ini melibatkan 20.000 murid dari 100 sekolah dasar di Jabodetabek dalam tahap pertama yang akan berlangsung dari April hingga Mei 2018.

Gerakan ini mencakup pemberian buku latihan menulis untuk anak serta pendampingan yang melibatkan orang tua dan guru secara intensif dengan modul yang berlangsung selama 21 hari.

Buku latihan menulis tersebut terdiri dari berbagai topik untuk memancing minat menulis anak, seperti mengenal diri sendiri, asal usul kertas, hingga pergelaran Asian Games 2018. APP Sinar Mas menjadi mitra resmi gelaran olahraga tersebut dan mendukung Indonesia sebagai tuan rumah.

Sekolah yang bagaimana yang bisa ikut serta dalam gerakan ayo menulis ini? Tidak ada kriteria khusus. Untuk tahap pertama, seluruh sekolah dasar di Jabodetabek memiliki kesempatan yang sama untuk dikunjungi tim “Ayo Menulis Bersama SiDU!”.

Tinggal daftarkan aja sekolah kamu dan berikan alasan paling kuat tentang mengapa sekolah kamu harus kami kunjungi, sehingga kesempatanmu semakin besar! Daftarnya kesini yah http://ayomenulis.id/home#daftar

Yuk, jadi sekolah yang berpartisipasi mendukung gerakan ayo menulis.






 



0 comments:

Post a Comment

Silakan komentar

 

The Journey of Life Template by Ipietoon Cute Blog Design and Bukit Gambang