Wednesday, November 21, 2018

Aldebaran, Energy Terbarukan Bebas Biaya Listrik

Sejak menikah dan tinggal di rumah berdua dengan suami. Aku barulah merasakan pahit manisnya kehidupan eaaaa hihihi. Termasuk manisnya hidup berdua bersama orang tercinta, bersama mewujudkan mimpi dan tak tertinggal perasaan nano nanonya tagihan kebutuhan bulanan. Termasuk yang bikin jantungan adalah biaya listrik hihihi.

Terlebih, saat kami sudah mulai melengkapi peralatan rumah tangga yang hampir 90 persen tergantung pada listrik. Kulkas, mesin cuci, kompor, ricecooker, microwafe, setrika, AC dan lain lain. 
Kadang kalau lagi ada uang lebih mah pake listrik gak pake mikir. Pake pake aja sebutuhnya. 

Tapi kalau lagi duit menipis, bunyi tit tit meteran litrik menghantui. Musti putar kepala supaya listrik lebih hemat, seperti mencuci di mesin cuci kalau sudah menumpuk banyak, pake AC kalau tidur aja. Hihihi

Nampaknya kehidupan menikah ini kemudian membuat aku berpikir dan menyadari pentingnya menghemat energi dan mencari tau tentang energi. Dan gaes, aku mungkin dari kita masih banyak yang belum tau bahwa energi yang kita konsumsi selama ini bisa habis loh.

Dan gaes tau gak sih kalau sampai saat ini energi yang digunakan di Indonesia 95 persen adalah hasil dari energi fosil contohnya adalah batubara, minyak bumi, dan gas alam. Nah ngerinya nahan bakar itu lama-lama akan habis, makanya Indonesia membutuhkan energi baru namun ramah lingkungan.

Untuk itu kini banyak berbagai pihak berlomba lomba menciptakan energo terbarukan. Salah satunya yang sangat matang dan memungkinkan kota tidak tergantung lagi pada PLN adalah Victor Wirawan dan anak-anak millenial lain yang tergabung dalam PT. Aldebaran Rekayasa Cipta menerapkan energi terbarukan dengan mengembangkan pembuatan alat menampung listrik dari solar panel dan kemudian dialirkan ke rumah atau pertambangan dll. 


Yups, beruntungnya aku beberapa waktu lalu aku ikutan ngobrol-ngobrol seru soal energi terbarukan bersama Victor Wirawan CEO/Owner PT Aldebaran Rekayasa Cipta dan Dihar Dakir Corporate Secretary PT Aldebaran Rekayasa Cipta di Foresta Business Loft 1 BSD, Tangerang.

Seru banget! Yang hadir gak cuma media yang ingin menyebarkan kabar baik ini, tapi juga masyarakat umum dan ada pula para pengembang properti yang juga tertarik menggunakan energi terbarukan untuk perumahan.

Energi terbarukan itu bernama Baran Energi. Energi yang memungkinkan kita gak pake bayar listrik lagi. Kalau dalam otakku sih sederhanya kaya powebank raksasa gitu.

Teknologi Baran Energy hadir untuk memaksimalkan potensi energi terbarukan sehingga energi ini dapat di konsumsi masyarakat dengan mudah. Tidak hanya untuk kebutuhan energi rumah tangga, Baran Energy dirancang untuk memenuhi kebutuhan energi lainnya, baik industri skala besar maupun kendaraan yang bersumberkan energi terbarukan.

Dan senengnya itu, energi ini terbilang sangat bersih, ramah lingkungan, simpel, dan elegan. Bahkan produk Baran Powerwall selain difungsikan untuk menyimpan dan mengolah energi juga bisa digunakan sebagai hiasan atau bagian interior ruangan.

Jadi Baran Power bisa berfungsi untuk rumah tinggal (smart home), untuk real estate, dan untuk mini power plants. Dengan Baran Power kita bisa mendapatkan energi listrik tanpa harus membayar listrik bulanan alias gratis. 

Kira kira kalau kita menggunakan Baran ini bisa bertahan selama 20 tahun secara konstan, jadi lebih murah jika dibandingkan dengan Tradisional Energi yang selama jangka waktu 20 tahun akan terus mengalami kenaikan dan terus mencekik.

Baran sendiri memiliki andil dalam 3 sektor, yakni: Baran Powerwall, Baran EV, dan Baran Cub. Gambarannya kayak gimana sih Baran ini? 



Baran Powerwall
Well, kalau Baran Powerwall bentuknya kecil bisa ditempatkan dimana saja di ruangan. Kita bisa pasang tv di dinding dan gak pake listrik lagi tapi pake baran yang bisa di tempel di dinding. Kalau kapasitasnya sendiri adalah mampu menyimpan daya 8800 watt dimana energi nya diserap dari solar panel. 

Solar panelnya tak hanya menyerap panas matahari tapi juga tapi cahaya matahari. So dont worry kalau mendung dan hujan Baran Powerwall tetap menyimpan cahaya. Hanya kalau cuaca panas terik Baran Powerwall bisa menyimpan cahaya dalam waktu 4 jam. Energi yang tersimpan dalam Baran Powerwall ini nantinya kita gunakan untuk pemakaian listrik di rumah.

Baran EV
Trus ada pula Baran EV. Kalau Baran EV ini adalah Electric Vehicle dimana memanfaatkan teknologi terbaru dalam motor listrik dan motor baterai. Baran EV ini merupakan teknologi mobil supercar elektrik (mobil listrik). Meski belum ada regulasi dari Pemerintah soal mobil listrik Indonesia, tapi Baran EV ini tetap di produksi.

Baran Cube
Baran Cube, nah ini yang aku bayangkan tentang baran energy yang kayak powerbank raksasa gitu. 

Yups baran cube ini skala storage energi yang diperuntukkan kebutuhan listrik yang lebih besar. Jadi targetnya untuk skala besar, seperti real estate, properti, industri, perkebunan, juga pertambangan.

0 comments:

Post a Comment

Silakan komentar

 

The Journey of Life Template by Ipietoon Cute Blog Design and Bukit Gambang