Tuesday, January 21, 2020

Apple Developer Academy Adakan Lulusan yang Kedua di BSD City

Kapan lagi coba di Indonesia ada Apple Developer Academy? Ini tuh ajang buat kalian semua yang pengen belajar bahasa pemograman, khususnya pemograman buat bikin aplikasi di Apple Store miliknya Apple. Kerenkan! Nggak usah jauh-jauh ke Amerika lagi. Cukup di Indonesia aja udah ada, kok. Tempatnya itu ada di BSD Green Office Park BSD City.

Sebenernya yang bisa belajar di sini nggak harus jago coding atau bahasa pemograman juga sih buat bisa diterima di Apple Developer Academy, karena yang belajar di sini bisa berupa ide atau gagasan cemerlang buat bikin aplikasi yang bermanfaat buat orang banyak. Yakan percuma aja kalo jago coding tapi bingung atau buntu di ide mau bikin aplikasi apa nantinya. Jadi saling melengkapi gitu lho guys. Asal masuk syarat dan ketentuan dan pastinya bisa lolos aja yah buat test-nya.


Ini tuh program beasiswa setiap angkatan kurang lebih masa belajarnya selama 10 bulan. So pasti kamu nggak ngeluarin duit karena ini program beasiswa yang ada kamu dapat uang saku dan difasilitasi beberapa perangkat Apple seperti MacBook, iPad, iPhone, dan beberapa produk pendukung Apple lainnya. Tapi jangan salah, saingan kalian itu seluruh provinsi yang ada di Indonesia karena memang ini terbuka untuk umum dan siapa saja seluruh Indonesia.

Untuk batch atau angkatan ke-tiga ini aja udah masuk total 2.000 pelamar dari berbagai provinsi Indonesia. Dan setelah diseleksi, berhasil menyaring 200 calon mahasiswa-mahasiswi yang bakalan dimulai tahun ajaran Februari sampe Desember 2020 mendatang. Apalagi kalo bukan bibit-bibit unggul ini namanya. Setidaknya, postingan aku bisa kasih gambaran buat kalian yang niat pengen belajar di Apple Developer Academy. Semangat yah!

(Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro)

Just for information aja nih guys, Apple Developer Academy di dunia ada cuma ada tiga aja lho. Pertama di Brazil, kedua di Italia dan terakhir atau ketiga ada di Indonesia. Pasti Apple punya alasan tersendiri dong yah kenapa negara Indonesia pun dibangun Apple Developer Academy. Di Indonesia sendiri Apple Developer Academy didirikan sejak 2018 berlokasi di BSD City.

Lulusan yang Kedua Apple Developer Academy
Untuk angkatan kedua atau batch kedua ini, Apple Developer Academy luluskan total 194 mahasiswa-mahasiswi lho! Dalam acara penting ini juga dihadiri oleh orang-orang penting juga dong yah seperti Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro selaku Menteri Riset, Teknologi dan Kepala Badan Riset Inovasi Nasional. Juga ada Irawan Harahap selaku Project Leader Digital Hub Sinar Mas Land.

Dalam sambutannya, Irawan Harahap mengatakan “Lulusan Apple Academy batch kedua ini diharapkan akan memperkaya Digital Hub yang sedang membangun ekosistem tech and digital. Talenta-talenta berkelas dunia inilah yang akan menjawab kebutuhan para pelaku industri digital ke depannya.”

Untuk buktiin kalo mahasiswa-mahasiswi lulusan Apple Developer Academy ini jago bikin aplikasi, mereka dengan piawai dan smart mempresentasikan karya apps buatan mereka. Nggak cuma itu, mereka juga mendemokan sekilas kegunaan atau fungsi dari aplikasi yang udah dibuat. Ada lima aplikasi yang dipresentasikan oleh lulusan Apple Developer Academy batch kedua ini, antara lain: Qiro’ah, Teman Netra, Leastric, Hearo dan Canting. Mari kita bahas satu-satu yuk!

(Presentasi dan Demi Apps Buatan Mahasiswa Apple Developer Academy)

Qiro’ah
Qiro’ah yang dipresentasikan oleh Khoirunnisa’ Rizki Noor Fatimah dan Ramadhani Dian Pratwi diciptakan untuk mendukung metode belajar membaca Al-Quran secara tatap muka (talaqqi), mendengarkan frasa dan melatih pengucapan ayat-ayat Al-Qur’an. Aplikasi ini akan memberi tanggapan dengan menggunakan teknologi Machine Learning.

Teman Netra
Aplikasi kedua adalah Teman Netra yang dipresentasikan oleh Savitri Nurhayati dan P. J. Bumi Gilang Sinawang. Aplikasi ini diciptakan untuk membantu warga Indonesia yang memiliki kesulitan penglihatan dengan memberikan bantuan untuk membaca teks pada surat, buku, brosur, label makanan, menu restoran hingga pembacaan nominal uang.

Leastric
Leastric dipresentasikan oleh Marilyn M. Y. D. Parhusip dan diciptakan untuk mengawasi penggunaan listrik yang kita pakai kapan saja dan di mana saja. Alat yang tersambung dengan aplikasi ini akan membantu kita dalam menghemat dan membantu lingkungan.

Hearo
Aplikasi yang tidak kalah menarik adalah Hearo, yang dipresentasikan oleh Kamilia Latifah dan Aisyah Nur Shadrina dan diciptakan untuk membantu komunitas yang memiliki kesulitan pendengaran agar dapat berkomunikasi dengan bahasa isyarat dan mengubahnya menjadi sebuah teks. Aplikasi ini juga dapat menerjemahkan tawa dan juga tepuk tangan.

Canting
Terakhir ada Dimitrij Tijawi dan Indra Sumakarya mempresentasikan aplikasi bernama Canting yang diciptakan untuk memberikan pengalaman imersif dan nyata untuk menciptakan karya seni Batik. Pembuatan karya seni batik ini dilakukan dengan aplikasi Canting menggunakan Apple Pencil sebagai alatnya. Kemudahan yang dihadirkan aplikasi Canting sendiri membuatnya dapat digunakan oleh komunitas batik.

Gimana? Tertarik buat gabung dan belajar di Apple Developer Academy? Sekian dulu yah untuk postingan aku bahas Apple Developer Academy. Semoga bisa bermanfaat khususnya buat kalian yang lagi butuh informasi about Apple Developer Academy. Akhir kata, salam blogger!

0 comments:

Post a Comment

Silakan komentar

 

The Journey of Life Template by Ipietoon Cute Blog Design and Bukit Gambang