Monday, April 13, 2020

Jalani Hidup Apa Adanya dengan Fokus Berkarya



Suatu hari aku ngobrol dengan seorang teman tentang panggung sandiwara sosial media. Apakah jalani hidup apa adanya, tampil apa adanya tanpa syarat dan ketentuan di era sosial media ini sungguh sulit?  Sosial media ini memang bagai dua sisi mata pisau. Sosial media dunia penuh pencitraan bahkan kepalsuan. Apa yang kita lihat tak sepenuhnya benar. Kadang ‘demi konten’ siapapun rela melakukan apapun agar se ‘menarik perhatian’ mungkin. Agar banjir komentar, love love berterbangan dan siapa tau beruntung bisa viral. 

Mungkin kamu pernah dengar cerita tenang seorang yang ternyata punya utang ratusan juta hanya untuk jalan-jalan. Demi apalagi kalau bukan demi eksis di laman instagramnya.  Agar terlihat ‘wah’ bisa jalan-jalan ke berbagai negara. Nah, siapa yang menyangka ternyata dia jalan-jalan dari duit hutang.

Aku sendiri juga punya cerita tentang pandangan orang terhadapku karena melihat sosmedku. Aku, aku saja yang menurutku sudah tampil apa adanya, biasa saja di sosmed, tak sedikit teman-teman nan jauh disana,  menganggap hidupku ini indah sekali, kaya dan mewah. 

Hanya karena keberuntungan-keberuntunganku bisa menjajal berbagai fasilitas mewah seperti hotel, restoran dan tempat wisata. Lalu, apa coba? Tak sedikit teman-teman tiba-tiba dm pinjam uang. Bahahhaa dikiranya aku kaya raya kali ya. Padahal sama saja, hidupku juga penuh perjuangan seperti kalian. 

Jujur saja di sosmed aku ini tipe yang tidak peduli tentang follower, tanpa follower palsu. Semua aku jalani hidup apa adanya. Follower ya apa adanya, kontenya ya tanpa kepura-puraan, tanpa tedeng aling-aling. Karena dengan begini, dengan jujur pada diri sendiri hidupku nyaman dan tenang.

Bayangkan saja jika harus beli folllower palsu. Harus mengeluarkan uang sekian sekian untuk beli follower, itupun kabarnya setelah beberapa jangka waktu follower menurun . Lalu harus menata feed semenarik mungkin. Bahkan rela gak makan demi bisa jalan ke tempat hits lalu foto dan upload instagram. Rela gak makan yang penting bisa beli baju kece biar difoto cakep. Hmm…rasanya diperbudak sosmed sekali.

Belum lagi mikirin keseimbangan antara follower dan yang ngelike dan yang komen. Masa iya follower 20K yang ngelike cuma 20 orang dan yang komen cuma 2 orang. Keliatan banget palsunya kan? Akhirnya cari cara lagi biar love dan komennya banyak. Sosmed begini penuh dengan kepalsuan.


Manfaatkan Sosmed Tanpa Basa Basi 
Aku memanfaatkan sosial media untuk membuat orang mengenal siapa diriku dan membuat orang mengenal karya-karyaku tanpa modus dan tanpa tipu-tipuan. Katakanlah, aku memanfaatkan sosmed untuk memperkenalkan karya-karya video yang ku buat. Buat promosi lah ya.

Sosmed bagiku adalah etalase karya. Baik foto maupun video. Aku ceritakan bagaimana aku membuat video. Aku kasih lihat bahwa membuat video dengan hasil yang memuaskan butuh perjuangan, butuh keahlian, butuh tenaga dan waktu. 
                                                                                                                                    
Lalu apa hasilnya memanfaatkan media sosial begitu? Ya, hasilnya aku lebih sering mendapatkan pekerjaan-pekerjaan membuat video. Seperti membuat video dokumentasi acara ulang tahun, gathering, promosi dari berbagai brand dan lain-lain. 

Makanya ketika seseorang bertanya atau berkomentar tentang jumlah followerku, aku hanya bisa mendengarkan saja. Aku tidak tertarik untuk memperbanyak follower dengan membeli. Aku hanya ingin fokus berkarya. Urusan rejeki biar Tuhan yang mengatur, usahaku ya itu memperkenalkan karya-karyaku saja. 

Jika sosial media adalah dua sisi mata pisau yang memiliki sisi negatif dan positif. Maka sebisa mungkin aku memanfaatkannya untuk hal-hal yang menurutku positif.

I’am really a simple people. Gak mau yang ribet-ribet, dan hanya ingin fokus berkarya dengan jalani hidup apa adanya. Begitu juga buat urusan internet untuk mengapload video-video dan foto di etalase somsed aku. Untung aku pake IM3 Ooredoo yang gue banget. Simple, bebas syarat ketentuan seperti Fredoom Internet.

Rasanya seperti all in one aja gitu. 100% kuota utama bisa digunakan kapan saja, 24 jam di semua jaringan, tanpa pembagian waktu. Fitur pulsa savenya bahkan bikin internetan tetap aman meski kuota habis. Mau pake sosmed YouTube, instagram, twitter, facebook, apss chatting dan berbagai macam browser. Bebas! Tanpa syarat ketentuan. Gue banget kan.


Kek nya memang IM3 Ooredoo ini ngerti banget kondisi millenial sekarang. Makanya dia menghadirkan lini produk telekomunikasi yang simple bebas syarat ketentuan. Coba deh tonton video ini https://youtu.be/Nev2ITCOIrQ



Dan aku sukak banget sama value yang sedang digaungkan sama IM3 Ooredoo ini. Soal maraknya “pencitraan palsu” di sosial media, kita diingatkan untuk tidak terus diperbudak sosmed. Untuk berani tampil apa adanya berani jalani hidup apa adanya dengan fokus berkarya. Jadi diri sendiri aja tanpa kepura-puraan. Dan yang paling penting IM3 Ooredoo, Freedom Internet sangat mendukung kita untuk fokus berkarya dengan adanya Fredom Internet.

So, tunggu apalagi. Tunjukkan dirimu sebenarnya dan banyak banyaklah berkarya. Dengan karya maka kamu akan dikenal. 

21 comments:

  1. Kemarin saya sempat berdiskusi dengan teman mengenai maraknya perlombaan sosmed. Orang berlomba mengejar angka-angka yang sebenarnya (jika disadari) semuanya palsu. Tinggal kembali lagi ke pribadinya. Lebih baik sih jadi diri sendiri

    ReplyDelete
  2. Kalau sudah merasa diperbudak oleh konten, aku biasanya akan detox..
    sign out dulu dari semua akun, nyiksa sih..tapi harus bisa..setelahnya pas balik udah fresh

    ReplyDelete
  3. maaci sayangku remindernya, ini penting banget deh jadi diri sendiri dengan mecintai kekurangan lalu memperbaiki kekurangan, jadi ngga ada beban ya kak. semua berjalan sebagaimana mestinya.

    ReplyDelete
  4. setuju banget, sering kali banyak sekali kita membuat pencitraan palsu. Malah membuat kita tidak jadi diri sendiri. Karena hanya ingin mengikuti apa kata followers atau orang lain. Akhirnya cape sendiri :(

    ReplyDelete
  5. Samaa mbak, aku juga gak segitunya sampai bela2in beli followers instagram lebih uangnya lebih baik apa adanya aja tapi intinya semua itu balik lagi ke pribadi masing-masing pula mereka lebih tahu apa yang terbaik.

    ReplyDelete
  6. Untuk apa pura-pura untuk pencitraan, padahal kalp ada yang bisa menerima kita yang apa adanya kita bisa jauuuh lebih tentram dan bahagia yaa

    ReplyDelete
  7. aku setuju banget nih, hidup itu lebih happy kalo apa adanya dan nggak memaksakan atau dibuat buat yaaa, biar nggak ribet sendiri juga nantinya hihihi

    ReplyDelete
  8. Sepakat kak hidup tanpa pura2 itu bikin tenang mau ketemu siapa saja yg tetap jadi diri sendiri n apa adanya

    ReplyDelete
  9. setuju banget Ka, jalani hidup dengan simple dan positif thinking aja, biar selalu happy dan ga ribet heheheh #teammillenial heheeh

    ReplyDelete
  10. Menjadi viral itu nggak selalu menyenangkan. Pernah ngerasain dan pernah diserbu pasukan nyolot yang hobi menghina.

    ReplyDelete
  11. Horeeee... saya juga user IM3 Ooredoo yang setia, sejak 2001 :D . Btw, saya pake socmed juga untuk menunjukkan karya, sesekali untuk selingan. Jadi saya tidak merasa diperbudak oleh socmed. Karena itu enggak ngoyo ngejar ER, biar aja follower naik turun secara alamiah :D . Hidup cuma sekali, sebisa mungkin dibikin happy :)

    ReplyDelete
  12. aku mendadak ingin nyanyi: dunia ini panggung sandiwara.... ahahahahaha

    aku kok kaya kenal itu sama foto yang dipajangnya, itu temen ngobrolnya bukan?
    iya sih, pada akhirnya karya kita yang akan berbicara. tapi karya pun butuh usaha untuk dipromosikan, biar bisa dipertemukan dengan yang membutuhkan.

    ReplyDelete
  13. Saya setuju dg slogan yang dipake IM3 Ooredoo, jujur ga usah pake nipu yahh, freedom internet. Kemaren pernah dengerin orang bijak ngomong, orang zaman now mudah stress gegara medos. Liat postingan orang lebih baik dr dia, dia bakalan tertekan sendiri. Lebih baik apa adanya aja yahh

    ReplyDelete
  14. Bener banget nih fokus berkarya aja,enggak usah mikirin mau menampilkan yang berlebihan agar orang terkesan. Saat era digital gini paling mudah menunjukkan kemewahan di sosial media padahal belum tentu benar yang ditunjukkan ya kan.

    ReplyDelete
  15. Bener banget kak, apalagi sekarang aku di usia remaja, aku fokusin untuk banyak-banyak berkarya, dan bener loh, sedikit terkenal jadinya, hehe.

    ReplyDelete
  16. Iya nih mbak. Jangan sampe diperbudak sosmed deh. Berhutang hanya buat jalan2 dan update sosmed mah udah kelewatan. Jangan sampe deh. Aku juga gitu, bertahun2 rajin update apa adanya akhirnya akun bisa naik followersnya dan alhamdulillah bisa makan dan jalan gratis. Itupun aku pilih2 juga, gak asal terima aja. Takut kalo misalkan mesti update sesuatu yang gak sesuai. Contoh makanan yang rasanya b aja, tapi aku harus bilang enak banget dll.

    ReplyDelete
  17. Emang paling enak ya apa adanya, apalagi di sosmed cape lah klo pura-pura mulu..hehe

    ReplyDelete
  18. Jadi diri sendiri, apa adanya, emang udah paling bener deh. Ngga usah lah pura-pura atau melakukan hal palsu yang ngga sesuai. Karena aerapih apapun disimpan, nanti bakal ketauan juga. Kaya follower palsu, like palsu, ehh :p

    ReplyDelete
  19. Yuk fokus berkarya ya mbka cantik, kadang suara-suara miring itu harus ada buat penyemangat diri.
    Menurt aku sih asal gak berlebihan dan masih sesuai kemampuan kita, sah-sah aja menampilkan sesuatu di sosmed.
    Apa adanya banget juga menurut aku kurang pas, tapi jangan main panggung sandiwara juga sih.. heheh

    ReplyDelete
  20. yes. love yourself first and do what u love :D

    ReplyDelete

Silakan komentar

 

The Journey of Life Template by Ipietoon Cute Blog Design and Bukit Gambang