Monday, April 27, 2020

Menebar Kebaikan Tepat Sasaran di Tengah Pandemi Corona

Zakat
ilustrasi from sunway.com

"Liat di TV penggalangan dana sampe M M an ya, bantuan sana sini, tapi gak nyampe pintu rumah kita. Malahan dijalan tadi juga ada pembagian nasi kotak tapi yang dikasih ojol doank. aku lewat depannya gak dikasih, tampang aku 'kurang miskin' kali hahaha mbok yaa ada yang ngasih zakat ke kita yah"

Sambil mengelap kameranya agar terhindar dari jamur karena udah jarang dipake, ia bercerita susahnya saat ini akibat dampak corona. Tabungannya sudah menipis untuk membayar tagihan kontrakan dan lain lain. Sungguh mereka pengen pulang kampung dan merasakan kebaikan berbagi seperti ramadhan dan lebaran tahun-tahun sebelumnya. 


Tapi dia percaya dan manut banget sama himbauan pemerintah untuk tidak mudik. Karena sayang dengan keluarga di kampung. Pilihan yang sulit memang, tapi demi kebaikan bersama.


Jujur aku sih seneng banyak yang memberi bantuan pada ojol, tukang becak, pemulung tapi sedih kalau semua fokus pada mereka. Karena faktanya pekerjaan didunia dewasa ini yang terdampak corona bukan hanya mereka. 

Banyak pekerjaan yang kayaknya mentereng tapi duitnya gak seberapa trus ditabrak corona akhirnya mereka gak kerja. Kayak kru film yang mereka bayarannya harian. Temanku pengusaha catering juga sekarang stop gak ada pesanan, badut ulang tahun, pekerja event organizer, salon, makeup pegawai mall, pegawai tempat wisata. Dan buanyakkkk lagi tak dapat tersebutkan satu persatu. 

Dan banyak dari mereka yang banting setir melalukan apapun yang bisa dilakukan asal keluarganya bisa MA KAN.

Ya, dampak dari pandemi corona ini adalah Kelaparan. Bagi kaum menengah kebawah mereka sama sekali tidak takut dengan virus corona, tapi lebih takut kalau anak istri mereka tak bisa makan. Karena mereka mendapat uang harian, tanpa corona pun mereka sudah susah dapat uang apalagi di musim corona ini.

Maka gak heran kalau banyak orang lebih memilih pulang kampung. Bisa jadi karena mungkin mereka sehari hari berdagang di sekitar perkantoran eh sekarang kantornya semua pegawai bekerja dirumah. Dan banyak lagi kondisi yang membuat mereka disini tak ada pemasukan.

Sedangkan kalau dikampung kan, mereka tak perlu bayar kontrakan, makan juga murah kalau dikampung. Kalau tinggal tetap di Ibu kota? pendapatan tak ada, mereka harus tetap makan, penuhi kebutuhan dasar mahal harus bayar kontrakan dan lain lain.

Jujur aku gak bisa "maedo" itu semua. Kita gak akan pernah tau bagaimana kondisi orang lain sebelum kita sendiri merasakannya. Hanya, apa yang bisa kita lakukan untuk diri kita, untuk orang sekitar, untuk orang lain dalam ikhtiyar kita memerangi virus corona ini. 

RUTE KEBAIKAN BERBAGI

Kebaikan Berbagi

                                                                              infografis by: www.farichatuljannah.com

Beri Bantuan Pada Tetangga 
Pikiran ini jujur berawal dari diri sendiri yang punya tetangga fotografer tersebut. Aku lihat istrinya kerap memberi makan anaknya mie instan dengan berbagai kreasi.  Kadang anaknya merengek pengen ciken yang dimaksud ayam crispy. Dia dan istrinya lebih sering puasa, dalam hatiku tau mereka puasa untuk menekan biaya makan sehari-hari.

Tapi mereka sama sekali gak mengeluh atau cari cari bantuan sumbangan dan lain-lain enggak. Istrinya lakukan apa yang bisa mereka lakukan sementara ini. Seperti menjual kerupuk dititipkan ke warung-warung kecil.

Lalu, aku yang masih punya suami yang alhamdulillah masih ada job sedikit-sedikit ini, kalau masak sayur aku banyakin kuahnya. Yang biasanya aku beli daging. Aku beli tempe tahu saja. Aku masak lebih banyak untuk di makan dua keluarga. Keluargaku dan keluarga tetanggaku yang tengah terdampak corona.

Dengan menanggung makan sehari-hari tetangga yang kesusahan di tengah pandemi korona, mereka bisa tetap makan, bisa menjalankan usaha yang dikerjakan juga bisa untuk kebutuhan lainnya seperti bayar listrik kontrakan dan lain lain gak habis buat makan saja.

Aku yakin jika semua orang melakukan hal seperti ini, gak akan ada orang-orang yang terpaksa pulang kampung, yang akhirnya juga akan memperlambat selesainya pandemi ini.


Beri Bantuan ke Keluarga Dekat
Enggak lupa juga cek keluarga apakah ada yang terdampak hingga berimbas pada keadaan ekonominya? Jika iya maka keluarga dekat berhak mendapat bantuan dari kita yang lebih mampu.

Konon, memberi bantuan pada keluarga adalah hal yang berat. Soalnya gak ada yang tau atau gak keliatan. Padahal memberi bantuan pada keluarga yang tengah susah pahalanya besar sekali. Disitulah keikhlasan kita teruji.


Bantuan ke Komplek Sebelah
Jika tetangga sekitar keluarga sudah mendapat bantuan, coba cek tetangga komplek, mereka yang di kontrakan petak. Apakah ada yang tengah kesususahan? Nampak tenang bukan berarti mereka baik baik saja. Bisa jadi itulah cara mereka tetap menjaga harga dirinya menjauhkan diri dari minta-minta.

Kalau ada tetangga komplek yang jualan, beli jualan mereka. Siapa tau mereka sedang memutar uang yang sedikit untuk bisa bertahan hidup.


Beri Bantuan Teman Seprofesi 
Memberi bantuan tak selalu berupa uang atau barang. Memberi bantuan berupa kasih pekerjaan, job pada teman seprofesi bisa juga disebut bantuan. Dan ini sangat berarti sekali. Meski gaji tak seberapa tapi sangat berarti buat mereka. 

Tak hanya teman seprofesi, ini sebenarnya sudah aku lakukan gak hanya saat musim corona aja, tapi sebelum corona. Ada tetangga aku juga yang suaminya sakit sehingga tak bisa bekerja. Istrinya berjuang agar bisa dapat nafkah.

Nah, aku minta dia buat membantu menyetrika baju-bajuku dirumahnya. Dan aku bayar perkilo lebih mahal dari harga loundy. Dengan begitu dia enak menerima uang karena ada hal yang dikerjakan. Aku juga bisa memberi dengan tanpa perasaan merendahkan.

Gak cuma itu, tetanggaku yang pekerjaannya seorang buruh bangunan juga. Kadang aku minta mereka buat memotong rumput halaman yang udah tinggi. Kadang minta buat benerin keran, padahal aslinya suamiku juga bisa. Tapi pengen bantu mereka dengan cara kasih kerjaan.

Bantuan ke teman alumni
Kalau semua yang diatas memang sudah menerima bantuan-bantuan, kita bisa kemudian cek di list teman alumni kita. Apakah ada yang butuh bantuan. Siapa tau belum ada bantuan menyentuh mereka. 

Karena bagaimanapun, kita akan tetap membutuhkan bantuan pertolongan orang lain suatu saat. Jadi gak perlu sinis atau nyinyir pada teman teman kita alumni yang mungkin selama ini tak ada komunikasi tiba-tiba butuh bantuan. 

Kalau ada ya kita bantu. Kalau gak ada ya kita doakan semoga ada bantuan sampai kepadanya. 

Bantuan Seluas Samudera Melalui Dompet Duafa
Jika ternyata semua yang diatas sudah menerima bantuan yang layak dan kita ingin membantu, menyisihkan harta kita untuk tabungan di akhirat kelak, tetap ada ruang untuk berbagi.

Melalui dompet duafa, kita berikan bantuan kita untuk berbagi jenis bantuan yang lebih spesifik. Dan jangkauannya pun bisa seluas dunia ini terbentang. 


Zakat



Dompet duafa juga so smart, untuk orang lain bisa berdonasi juga sangat mudah dan simple. Bayar pake transfer bank bisa, pakai online payment yang biasa kita pake sehari hari juga bisa dan lengkap kap kap kap. Tak ada alasan untuk tak bisa berdonasi. 

Untuk berdonasi langsung aja klik https://donasi.dompetdhuafa.org dan kemudahan berdonasi terbentang luas. 


Kebaikan Berbagi
infografis by: www.farichatuljannah.com



Apalagi di tengah pandemi corona ini, banyak sekali saudara kita yang terdampak secara ekonomi. Pas pula di saat ramadhan saat dimana segala amal kebaikan kita pahalanya dilipat gandakan. Pas pula saatnya kita mengeluarkan zakat atas harta kita untuk mensucikan harta kita. 

Zakat ke Dompet Duafa adalah pilihan yang tepat. Sejak tahun 1993, Dompet Dhuafa membentang kebaikan zakat Anda kepada lebih dari 19 juta penerima manfaat. Kita bisa menunaikan zakat melalui dompet duafa ini. Baik zakat fitrah ataupun zakat mall.

Nah, kalau kita gak tau harus zakat berapa dari harta yang kita miliki bagaimana? Gampang banget di website dompet duafa kamu bisa hitung dengan kalkulator zakatnya dompet duafa.


Zakat

Dengan dompet duafa ini kita bisa menebar kebaikan tepat sasaran seluas luasnya. Dan apa yang sudah kita amanahkan pada dompet duafa juga dikelola secara profesional. Kita juga bisa meilhat hasil hasil kebaikan berbagi melalui dompet duafa ini. 

Dari zakat yang dikelola dompet duafa, sudah banyak sekali manfaat yang dirasakan oleh masyarakat. Beberapa diantaranya ada peternak mitra dompet duafa yang kini bersyukur sekarang sudah bisa mempunyai karyawan dan ternak yang semakin meningkat berkat dana zakat dari Dompet Dhuafa.

Ada pula pecandu narkoba yang hidupnya berubah 180 derajat dari pecandu narkoba menjadi petani sayur berdaya dan bermanfaat. Semua ini karena Allah dan juga zakat dari para donatur Dompet Dhuafa.

Yuk jangan ragu menebar kebaikan sekecil apapun itu. 

Semoga bermanfaat







21 comments:

  1. Mama mpo juga bilang gitu, kasih ke saudara dulu baru tetangga. Rain kebahagian dengan berbagi

    ReplyDelete
  2. aku setuu baget nih, berbuat baik itu ke saudara dekat dulu baru ke orang lain yaa, dompet dhuafa selalu keren nih programnya

    ReplyDelete
  3. Yess bener mba...kita liat dulu sekeliling kita ya, adakah yg membutuhkan bantuan. Apalagi saya paling ga tega liat tetangga susah. Nah kalau sekeliling udh ga ada yg susah juga udh ga bingung lagi karena ada dompet dhuafa yang bisa menyalurkan bantuan kita kepada orang yang membutuhkan

    ReplyDelete
  4. Bener banget aku bisa dibilang jarang donasi bareng karena aku lebih memilih cek disekitarku jd aku bisa yakin donasiku tepat sasaran

    ReplyDelete
  5. terima aksih mba sudah diingatkan kembali untuk terus berbuat baik dan berbagi dengan yang membutuhkan, biasnya saya kalau berbagi dengan orang terdekat dulu, keluarga dan betul tetangga menjadi prioritas juga karena kita melihat sehari-harinya memang bener-bener membutuhkan

    ReplyDelete
  6. Keren ya dompet dhuafa, hasil donasi dan zakat diberikan pada yang membutuhkan Lewat program berdayakan umat yang beragam 😃

    ReplyDelete
  7. Yup setuju mbak, kita harus menolong ke lingkungan terdekat, dulu. InsyaAllah semoga kita dimampukan. Aamiin.

    ReplyDelete
  8. Sepakat itu mulai dr yg terdekat. Bayangkan bila tiap orang melakukan hal ini pasti bangsa ini baik2 saja

    ReplyDelete
  9. Artikelnya sangat menyentil, kak... Seringkali sudah donasi kesana kemari secara online, namun ternyata tetangga selang beberapa rumah kelaparan. Hik...

    ReplyDelete
  10. Ya sih, dalam kondisi seperti ini hidup di masyarakat seperti berkomunitas. Susah bersama, senang bersama. Saatnya tunjukkan empati untuk berbagi bersama. Berbagi rasa dan berbagi peduli

    ReplyDelete
  11. Menebar kebaikan sangat diperlukan ya, senang kalau banyak orang dapat menerima manfaatnya. Kondisi saat ini emang lagi pelik. Semoga pandemi segera berakhir.

    ReplyDelete
  12. menebar kebaikan ke siapa aja kan?
    Aku biasanya ke yg terdekat dulu sih, keluarga/teman gitu

    ReplyDelete
  13. Memberi tak akan pernah rugi. Setuju dengan memberi sedekah ke orang terdekat dahulu.

    ReplyDelete
  14. Setuju kak.. berbagi kebaikan mulai dari yang terdekat. Terimakasih sudah diingatkan .duh kadang kita lupa barang kali ada tetangga kita yang ternyata membutuhkan bantuan kita.

    ReplyDelete
  15. Setuju kak.. berbagi kebaikan mulai dari yang terdekat. Terimakasih sudah diingatkan .duh kadang kita lupa barang kali ada tetangga kita yang ternyata membutuhkan bantuan kita.

    ReplyDelete
  16. Memberi tidak menunggu kaya dulu yah Kak, berbagi bisa memberikan kemudahan dalam hidup

    ReplyDelete
  17. Salut nih dengan Mb Icha yang tulus membantu tetangga. Berbagi memang tak harus menunggu hingga kaya raya dulu yaaa.. Menebar kebaikan bisa dimulai dari lingkungan terdekat. Berkah selalu untukmu ya mba.

    ReplyDelete
  18. Di masa-masa agak sulit seperti sekarang ini, harus extra tenaga dan pikiran.
    Semoga kita semua sehat sehat terus ya

    ReplyDelete
  19. Di masa-masa agak d=sulit seperti sekarang ini, hrus extra tenaga da pikiran , bantuan bisa diberikan dlm bentuk apa saja , tidak hanya materiil tapi juga moril.
    Semoga kita semua diberikan kesehatan ya Mbak

    ReplyDelete
  20. Setuju banget nih Mbak, berbagi juga harus tepat sasaran ya, scr suka gak pas yg jadi mustahiknya, masih masuk kategori mampu dan mestinya dia cocok jd muzaki kan ya..

    ReplyDelete
  21. Masih aja emang yang suka ketuker gitu,tapi katanya di era wabah gini,siapa aja bisa dapet,bener gak itu aturannya kalo gitu?

    ReplyDelete

Silakan komentar

 

The Journey of Life Template by Ipietoon Cute Blog Design and Bukit Gambang