Showing posts with label Blogdetik. Show all posts
Showing posts with label Blogdetik. Show all posts

Sunday, July 13, 2014

Pureit Marvella Solusi Dilema Air Minum Layak Konsumsi



Sebagai manusia modern yang hidup diperkotaan, sumber air yang saya gunakan untuk kebutuhan sehari-hari seperti mencuci, mandi, minum dan memasak adalah air PDAM. Namun ada keluhan di daerah saya. Air PDAM sering berbau kaporit yang disebabkan oleh penggunaan kaporit untuk membunuh kuman. 



Untuk mengatasinya biasanya keluarga saya menggunakan saringan karbon. Untuk air minum dan masak  saya menggunakan saringan air yang lebih bagus. Ribet banget kan?? Gapapa.. Demi air minum yang sehat.

Lama kelamaan hal itu sangat melelahkan, saya juga merasa ragu karena setiap air yang direbus selalu mengendap warna kekuning-kuningan dibawah panci. Akhirnya saya memilih cara paling praktis untuk mengkonsumsi air minum adalah dengan membeli air minum galon yang bisa kita beli di warung-warung ataupun mini market terdekat.

Tetapi..

Friday, July 4, 2014

Menguak Kesegaran Berbuka Dengan Air Minum Layak Konsumsi


Setiap sore hari di bulan Ramadhan selalu terbayang di otak saya untuk menyiapkan, kira-kira minuman apa ya yang paling segar untuk berbuka puasa. Muncullah berbagai ide di otak Es kelapa muda, Es dawet, Es campur, Es Teller dan lain sebagainya.




Tuesday, March 25, 2014

Jangan Malu Buktikan Cinta Pada Lingkungan



Aku sering berdebat, ngeyel dan merasa selalu diomeli oleh Ibu. Aku menjadi merasa ini bukan rumahku, ketika banyak hal dibatasi olehnya.  Kadangkala ibu juga menjadi sosok yang tidak sewajarnya buat aku karena tingkah-tingkahnya yang aneh menurutku. 

Beberapa hal aneh dari Ibuku yang kadang membuatku mengernyitkan kening adalah soal tas tas snack, kardus snack, mika bekas snack yang menumpuk dan menyesaki almari dapur, kenapasih tidak dibuang saja #batinku#. Tidak hanya itu kadang aku merasa lelah menyaksikan ibu membersihkan dan menyimpan barang-barang bekas lainnya seperti panci, wajan, ember dll yang sudah bocor dan rusak. Pengiritan air,air minum, listrik dan sebagainya.

Friday, September 27, 2013

Untung Bertemu Wardah, Because Halal is My Life


Kadangkala kita bertemu dulu dengan yang salah sebelum bertemu dengan yang terbaik. Sama hal nya gaya make up saya. Dari yang awalnya ditertawakan hingga kini malah ditiru.
Semua berkat Kosmetik halal Wardah, Because Halal is my life.



Bulan Syawal, katanya siih bulannya orang pada nikah. Terlepas benar atau tidak  tapi faktanya pada bulan Syawal Kala itu, saya mendapatkan lebih dari 3 undangan pernikahan dalam satu bulan. Beberapa diantaranya adalah teman-teman saya dan salah satu diantaranya adalah rekan kerja. Saat mendatangi pernikahan teman-teman sendiri, saya berdandan dan bergaya ala diri saya pribadi, baju standar anak kuliahan, make up cuma bedak dan sedikit lip-gloss saja. Tapi saat mendatangi undangan pernikahan teman kantor, saya agak sedikit bingung, karena ingin tampil beda untuk lebih menghargai teman-teman kantor. Karena banyangan saya mereka pasti akan berdandan, ber make up cantik-cantik. So saya tidak mau tampil memalukan dong.

Malam harinya sebelum acara pernikahan, saya keluarkan semua baju paling bagus menurut saya, saya keluarkan seperangkat alat make up untuk merias wajah. Saya browsing-browsing cari gaya-gaya make up yang cantik di blog-blog itu seperti apa. Ingin sekali tampil cantik seperti mereka, Saya coba satu persatu gaya mereka yang menulis di blog-blog nya itu, saya latihan Rias-rias wajah dan berdadan seperti yang ada di internet. 

Berangkatlah kami bersama-sama dari kantor menuju tempat resepsi pernikahan. Dengan penuh rasa percaya diri saya pun memotret diri saya, biasa lah narsis dikit, karena sehari-hari jarang make up berat. Namun ada rasa yang tidak nyaman dalam hati karena pandangan aneh orang-orang terhadap saya. Adakah sesuatu yang salah dalam diri saya? Nampaknya tidak. Ya sudah saya berusaha menepis dugaan-dugaan yang tak enak itu. 

Sepulang dari acara resepsi pernikahan seorang teman mendekati ku dan mengajak ngobrol

“cie.. hari ini dandannya berat banget bu…” 

“ya..kan hari istimewa teman, jadi harus tampil beda dong”

“tapi ya gak sampe kaya ludruk gitu kali”

“apa kamu bilaaaang…..!!!!!!”

“santai cin, meskipun ini menyakitkan aku harus jujur sama kamu, aku gak rela kamu diketawain orang-orang”

“emang kenapa aku diketawain…”

“Ya ampun cin, make up kamu itu terlalu menor, terlalu tebal dan enggak kamu banget”

“iya po?”

“iyaaa… beneran, kamu itu cantik apa adanya, biasa saja seperti hari-hari biasa lebih cantik”

Saya pun tak bisa menahan air mata, rasa malu, malu sekali, bercampur menyesal sekali dan tak terbayang lagi. Rasanya ingin menghapus apa yang terjadi hari ini, rasanya ingin mencopot muka ini lalu merobek-robeknya dan membuangnya ke tong sampah. Harus kemana saya menaruh muka ini kalau besok bertemu lagi dengan teman-teman. Ah, saking geramnya saya ambil alat-alat makeup lalu saya masukkan dalam kantung plastik dan saya membuangnya.
 


Sejak kejadian traumatis itu, saya tak pernah lagi menggunakan makeup apapun. Hanya bedak tabur saja. Namun, nampaknya takdir berkata lain. Profesi saya sebagai penyiar radio tak mengijinkan saya berlama-lama tampil polos dan pucat.


Suatu ketika saat saya mendapatkan jadwal talkshow dengan seorang motivator muda yang cukup terkenal di Indonesia , saya mendapatkan teguran dari pihak managemen dan marketing. Satu jam sebelum talkshow pihak marketing menemui saya mengecek kesiapan saya.



          “cha, kamu kok ora dandan to…”

“duh pak, masa’ pake dandan segalaaa”

“ya iya.. harus, ini yang datang orang penting, ganteng kamu juga harus tampil cantik to..”

“duh paaakk gak bawa make up nih”         

“sana, sana orang belakang  biasanya ada yang selalu bawa..”

Akhirnya sayapun lari kebelakang meminjam seperangkat alat make up milik seorang teman. Dalam waktu kurang dari 10 menit saya rampung mencoret-coret dan menyapu-nyapu muka saya dengan seperangkat make up dengan kemampuan merias terbatas yang saya miliki. Namun kali ini saya terlihat lain, saya merasa lebih nyaman, lebih percaya diri dan muka saya juga tak merasa berat saat menggunakan make up. Sayapun cek make up apa yang saya gunakan, dan ternyata adalah kosmetik halal WARDAH BEAUTY. 

Lightening Two Way Cake yang saya gunakan waktu itu teksturnya halus sekali, lembut di kulit dan tahan lama dan kata teman saya yang meminjamkan pada saya, Lightening Two Way Cake nya Wardah tidak mengandung bahan yang bersifat comedogenic yang artinya bila digunakan tidak akan menyumbat pori-pori dan tidak menimbulkan jerawat  dengan syarat selama proses pembersihan wajah dilakukan secara teratur

Rasa nyaman menggunakan kosmetik  halal dari wardah membuat saya penasaran, setelah talkshow dan siaran saya selesai. Saya langsung browsing-browsing di blog-blog mengenai kosmetik halal wardah dan ternyata wardah memang memiliki hasil ciri khas tersendiri dalam makeup. Wardah, merupakan perusahaan kosmetik Indonesia. Seluruh produknya yang berjumlah 200 macam telah mendapat sertifikasi halal, yang dikeluarkan oleh Majelis Ulama Indonesia. Wardah juga diformulasikan Halal dan berkualitas.

Sistem sertifikasi halal yang diterapkan oleh LPPOM MUI saat ini telah menjadi standar prosedur bagi lembaga-lembaga sertifikasi halal internasional mulai dari negara-negara ASEAN hingga negara-negara lain seperti Arab Saudi, Belanda, Amerika Serikat, Australia, dan Kanada, silahkan cek disini

 Sumber gambar: Halalmui.org

Proses sertifikasi halal terdiri atas beberapa tahapan yaitu rencana pengajuan sertifikat halal, rencana sistem jaminan halal, rencana implementasi sistem jaminan halal, pengajuan sertifikat, penilaian on desk, audit di lapangan, pelaporan, dan komisi fatwa. So, tak perlu khawatir lagi.

Keinginan tampil cantik, natural dan aman tapi tidak mau memakai kosmetik yang melanggar ajaran islam. "Kosmetik halal" Wardah adalah jawaban bagi wanita islam yang ingin tampil cantik namun tidak melanggar ajaran agama. Sayapun kembali memiliki gairah untuk tampil lebih baik lagi dan yang terpenting aman serta halal bagi saya seorang Muslimah. Sayapun mulai memiliki satu persatu kosmetik halal dari wardah, mulai dari bedak, alas bedak, lipstik dan lain-lain, meski tidak semua. Because, Halal is My Life.

Sejak itulah saya memulai hari-hari saya bersama kosmetik halal wardah.
Pekerjaan saya mungkin tak senormal orang-orang pada umumnya. Saya bekerja sebagai penyiar parttime, penulis freelance, seorang blogger dan kadang-kadang tampil di sebuah acara menjadi MC.

 

The Journey of Life Template by Ipietoon Cute Blog Design and Bukit Gambang