Thursday, October 24, 2019

Menginap di Putri Duyung Resort dan Main di Ancol Jangan Lupa Siapin Ini

Setelah ujian hidup yang menimpa kami berdua akhir-akhir ini yaitu kehilangan calon anak kami yang ada di kandunganku di usia 8 week, Alhamdulillah akhirnya kami bisa melewatinya dengan kuat, sabar dan ikhlas InsyaAllah. 

Dan untuk menghibur diri,  suami menawarkan liburan yang deket-deket aja supaya otak aku bisa refresing dan aku bisa sejenak menikmati alam agar rasa syukur kita kepada Allah semakin bertambah. Amin.

Alhamdulillah kali ini kami memilih one stop holiday liburan ke Ancol dan sejenak menjajaki pulau Bidadari di kepulauan seribu.


Pulau Bidadari
Nah, ini adalah salah satu pulau di kepulauan seribu yang cukup asik dikunjungi. Sejujurnya aku sudah beberapa kali mengunjungi pulau ini. 


Yang paling aku suka dari pulau ini adalah suasana pantai yang nampak seperti sebuah desa. Hikzzz iya karena aku bisa bermain ayunan sambil memandangi pantai dan laut yang luas. Bisa duduk duduk memandangi pantai, santai berlari larian bermain dan lain-lain. 

Oya. Di pulau bidadari ini juga ada peninggalan sejarah seperti benteng martelo. Kalau kalian adalah instagramer pasti akan melihat peluang bah ini adalah spot yang sangat Indah. 



Bagiku, rasanya menikmati pulau bidadari sehari saja tidak cukup puas. Lebih enakan kalau nginep. Jadi bisa ngerasain matahari terbit. Pagi yang indah di pantai, sampai bisa melihat matahari terbenam. 

Thursday, September 12, 2019

Urusan Bisnis Lebih Hemat, Transparan dan Efisien dengan Grab For Business


Hal yang paling tak terlupakan dan paling aku syukuri dengan adanya transportasi online Grab adalah disaat darurat. Saat ibuku sakit dan tiba tiba kejang kejang, entah bagaimana tak ada lain yang kupikirkan aku langsung ambil hape dan pesan Grabcar, lalu bawa ibuku ke UGD dengan cepat. Alhamdulillah Ibuku tertolong. 

Dan ini cerita bukan di Ibukota loh, tapi di kota kecil, kota minyak, kota CEPU. Ya Allah betapa aku bersyukurnya sudah ada Grab di kota kecil kelahiranku ini. Pantas saja lah, kan Grab ini tersedia di Asia Tenggara temasuk Indonesia. Dan terbukti di Indonesia sendiri aja sudah tersebar bahkan di kota kecil Cepu ini. Tak terbayang kalau gak ada grab. Di kota ini tak ada angkutan umum, tak ada taksi, yang ada becak dan itupun kini sudah sangat jarang hanya 1:10 adanya. 


Biasanya kalau ada yang sakit, seperti alm Bapakku dulu, kalau butuh mobil mau ke rumah sakit atau apa harus rental mobil dulu, yang you know lah harganya selangit. Atau kalau darurat lari ke tetangga minta tolong diantarkan pake mobilnya, yang kadang kadang kita harus nunggu dulu yang nyopirin datang.

Itulah sepenggal cerita yang seumur hidup tak pernah kulupakan dan sangat sangat membuatku bersyukur dengan adanya transportasi online Grab ini. 

Kini rasanya Grab sudah menjadi My Everday Super App. Lha gimana enggak. Aku bisa kemana-mana menggunakan grabbike,grabcar, bisa makan pake grabfood, bisa kirim barang pake grabexpress bahkan bisa belanja harian atau belanja kebutuhan dapur dengan grab. 

Mungkin orangtua yang masih kolot akan melihat aku boros apa-apa kok online bahasanya gitu hihii. Padahal dengan pesan makanan lewat grab aku tak perlu masak yang cukup menguras waktu hihii dan waktu aku lebih banyak buat ngerjain kerjaaan sehingga kerjaan beres dengan cepat dan aku bisa segera me time bareng suami tanpa rasa lelah. Uhhhh surga dunia hehehe. 

Tuesday, September 10, 2019

Cara Mudah dan Praktis Siapin Nikahan Ala Millenial


Percayalah dibalik tawa canda di pelamiman ini ada sejuta drama dan air mata yang kami alami. Mulai bagaimana suami menyakinkan Ibunya untuk mendapatkan restunya. Drama almarhum Bapak aku yang tiba-tiba sakit keras dan satu-satunya keinginannya adalah melihat aku menikah. 

Jadi, kami memang sudah lama berpacaran. Aku dan suami juga sudah lulus kuliah. Aku kerja di Radio dan suami kalau pagi sampai sore mengajar di kampus dan kalau sore-malam mengajar di lembaga kursus. Secara materi insyaAllah kami sudah sangat cukup untuk menikah.

Tapi menurut penilaian orang tua suamiku kala itu, suamiku belum cukup, mau kasih makan anak orang apa? mau nikah juga biayanya banyak jadi suami harus menabung dulu. Tapi entah mengapa bapakku tiba-tiba sakit dan anak perempuannya yang belum menikah hanya aku, maka keinginan beliau satu-satunya hanyalah melihat aku menikah.

Dari sinilah drama pernikahan dimulai....

Suami mulai meyakinkan orangtuanya kalau dia benar-benar siap, meyakinkan kalau aku ini adalah bener-bener pilihannya. Aku juga memastikan kalau keluarga aku bener-benar meringankan pernikahan ini. Pernikahan yang sederhana saja yang penting hikmat.

Hingga dalam menunggu waktu itu, alm bapakku yang sudah pulang ke rumah sempat sehat bahkan sudah sempat ngisi pengajian ibu ibu, dan selisih satu hari aku pulang ke jogja, tiba tiba aku mendapat telpon kalau bapak aku meninggal dunia. 

Disitu aku merasa sangat terpukul. Aku otomatis resign dari radio. Aku pulang ke rumah menemani ibu dan pasrah. Mau menikah ayo enggak ya udah. Rasanya hampir putus asa waktu itu. 

Dan beberapa bulan kemudian suami aku datang bersama ibunya seorang melamar aku. Dan jarak persiapannya hanya 2 bulan. Huhuu iya dua bulan. Dan drama persiapan pernikahanpun dimulai.

Ibu yang dirumah sendirian tanpa bapak lagi otomatis tak bisa berbuat apa apa. Kakak-kakakku juga jauh diluar kota semua. Alhamdulillah mereka semua support dalam hal dana dan saran seluruh seluruh pemikirannya.

Hampir kupastikan, 100% persiapan pernikahanku aku yang mengurus bahkan sampe hari H. Aku gak sempat ada yang namanya dipingit atau rasa deg deg an mau nikah. Karena hati dan pikiran aku terlalu sibuk mengurus ceklist persiapan pernikahan. Pontang panting kesana kemari, belum lagi debat sama ibu soal selera huhuhu. 

Mulai dari hunting rias manten, catering, tenda, snack, undangan dan lain-lain semua aku yang pilih yang nyari yang pesen. Kalau diingat saat ini kadang masih tak percaya kalau aku mampu menjalani semua itu. 

Cerita panjang pernikahan penuh perjuangan kami ini bisa kamu baca disini ya gaes


There for gaes, aku tulis blog ini supaya kelen tak mengalami hal yang sama. Agar bisa menyiapkan pernikahan dengan duduk cantik semua beres.

 

The Journey of Life Template by Ipietoon Cute Blog Design and Bukit Gambang