Thursday, November 7, 2019

Zona Ceria GERMAS di SDN Rawa Barat 05


Sudah gak asing kan dengan istilh GERMAS? Yups GERMAS adalah gerakan masyarakat hidup sehat. Sekarang tak bisa dipungkiri dunia berkembang pesat. Begitu pula dunia kuliner. Bisnis kuliner makin meningkat, kegemaran makan juga bukan hanya sekedar mengisi perut. 

Berbagai inovasi makanan olahan, makanan instan yang banyak menarik perhatian, enak lezat dan yang terlebih adalah harganya murah terjangkau. Membuat banyak orang lupa diri dan lepas kontrol akan apa yang ia makan.

Makanya kini makin banyak penyakit-penyakit seperti Diabetes dan lain-lain muncul pada anak-anak atau anak muda. Hal ini dikarenakan apa yang selama ini dikonsusmsi. 

Untuk itu muncullah GERMAS ini, untuk berama sama kembali mengingatkan dan memunculkan semangat hidup sehat. Dan hidup sehat itu dimulai dari keluarga yang paling kecil. 


Zona GERMAS SDN Rawa 05

Nah beberapa waktu lalu Germas menyambangi SDN Rawa Barat 05 dengan berbagai kegiatan seru diantaranya adalah 

  • Pentas Seni
  • Lomba Mewarnai
  • Story Telling dan Magician
  • Lomba Kreasi Sarapan Sehat
  • Seminar Parenting
Gak cuma anak anak yang seseruan disini. Tapi juga orangtua murid ikut lomba membuat kreasi sarapan yang sehat serta turut mengikuti seminar parenting. 

Friday, November 1, 2019

Film 99 Nama Cinta, Seluas itulah Cinta


Jujur aja aku seneng banget lho sama Deva Mahendra, kegememesan aku pertama kali saat menyaksikannya di acara Sitkom di sebuah stasiun televisi. Dan aku sudah lama suka sama Acha Septriasa sejak di film fenomenalnya dulu, ah kamu pasti sudah tau kan. Heheee

Nah, bulan ini ada film yang sudah ditunggu tunggu masyarakat yang juga meidolakan mereka. Yaitu 99 Nama Cinta. Kok judulnya 99 nama cinta? 99 Nama Cinta itu pesannya kalau kita mengingat 99 nama Tuhan dalam hidup kita, banyak masalah yang bisa kita pecahin. Tapi kok tidak 100? satu buat manusia kan, cinta itu,

99 nama cinta ini kisah romansanya ada, lucu juga gemesin, religinya juga dapet. Wah pokoknya bisa sibilant ada tiga genre yaitu drama, komedi, serta religi dalam satu cerita.

Lucu banget deh liat kisah Talia (Acha) yang selama ini pegang program infotaiment dan tiba tiba harus berhadapan dengan Kiblat (Deva) yang telah diamanati untuk mengajar agama pada Talia. Sejak itulah hidupnya berubah. 

Oiya dalam cerita ini mereka tu dulu ternyata masa kecilnya berteman loh. Tapi ya gitu udah gede mah lupa. Aku sendiri juga ngalamin kok, sama temen SD dulu, dulu mah deket, habis itu sekolah masing masing pisah puluhan tahun, ketemu lagi ya tetep kagok dan aneh, kayak kenalan baru lagi. Ya seperti itulah mungkin pertemuan Thalia dan Kiblat. 

Apalagi pertemuan mereka bukan pertemuan biasa. Melainkan Kiblat datang menemui Talia untuk menjalankan amanat Ayah talia untuk mengajar ilmu agama. Bahahaaha... padahal kehidupan talia saat itu sedang gemilang akan obsesi program infotaimennta itu. 

Ada banyak pelajaran yang bisa kita ambil dari film ini yaitu Ada pembelajaran tentang Asmaul Husna yang dituturkan dengan bahasan yang sederhana dan casual. Memang, film ini punya nilai lebih dari segi cerita di mana akan ditemukan beberapa unsur religi di dalamnya, meskipun ini adalah film bergenre casual romance.

Pas nonton film ini nanti, penonton bakal ngerti banget bagaimana kontrasnya dunia gosip dan pesantren yang dikemas secara menarik dalam cerita.

Dalam film ini gak cuma Acha dan Deva tapi juga ada Adinda Thomas, Chiki Fawzi, Susan Sameh, Dzawin, Robby Purba, hingga Ayana Moon. Haisss ada bau bau koreanya nih.

Dannnnn bagaikan angin segar di dunia perfilman. Karena di film ini ada Chiki Fauzi yang untuk pertama kali bermain film tapi udah jos banget aktingnya. Nah kehadirannya inilah yang lumayan bikin hati Talia gonjang ganjing. Udah cantik, berhijab, pinter lagi. 

Dalam seiring berjalannya waktu, ya gitu deh perasaan Talia pada Kiblat. Apalagi Kiblat ini ustadz muda, ganteng pinter gaul lagi. Siapa sih yang enggak kesemsem ama dia?

Nah, gimana yaaaaa jadinya? Kira kira Kiblat bakal sama talia atau? Hahaha yuk buruan cuzzz nanti tanggal 14 November buat nonton kisah mereka. 

Thursday, October 24, 2019

Menginap di Putri Duyung Resort dan Main di Ancol Jangan Lupa Siapin Ini

Setelah ujian hidup yang menimpa kami berdua akhir-akhir ini yaitu kehilangan calon anak kami yang ada di kandunganku di usia 8 week, Alhamdulillah akhirnya kami bisa melewatinya dengan kuat, sabar dan ikhlas InsyaAllah. 

Dan untuk menghibur diri,  suami menawarkan liburan yang deket-deket aja supaya otak aku bisa refresing dan aku bisa sejenak menikmati alam agar rasa syukur kita kepada Allah semakin bertambah. Amin.

Alhamdulillah kali ini kami memilih one stop holiday liburan ke Ancol dan sejenak menjajaki pulau Bidadari di kepulauan seribu.


Pulau Bidadari
Nah, ini adalah salah satu pulau di kepulauan seribu yang cukup asik dikunjungi. Sejujurnya aku sudah beberapa kali mengunjungi pulau ini. 


Yang paling aku suka dari pulau ini adalah suasana pantai yang nampak seperti sebuah desa. Hikzzz iya karena aku bisa bermain ayunan sambil memandangi pantai dan laut yang luas. Bisa duduk duduk memandangi pantai, santai berlari larian bermain dan lain-lain. 

Oya. Di pulau bidadari ini juga ada peninggalan sejarah seperti benteng martelo. Kalau kalian adalah instagramer pasti akan melihat peluang bah ini adalah spot yang sangat Indah. 



Bagiku, rasanya menikmati pulau bidadari sehari saja tidak cukup puas. Lebih enakan kalau nginep. Jadi bisa ngerasain matahari terbit. Pagi yang indah di pantai, sampai bisa melihat matahari terbenam. 

 

The Journey of Life Template by Ipietoon Cute Blog Design and Bukit Gambang